Sabtu, 6 Juni 2020

Kedapatan Jajan di Warung dengan Uang Palsu Rp 20.000, Ibu Rumah Tangga Ditangkap

- 7 September 2019, 01:39 WIB
FOTO ilustrasi uang palsu.*/DOK.PR

CIKARANG, (PR).- Kepolisian Sektor Setu menangkap KLS (38), usai mengedarkan uang palsu dengan pecahan Rp 20.000. Dalam pemeriksaan, ibu rumah tangga ini membeli uang palsu dari E, seorang tukang becak. Di sisi lain, KLS ternyata diketahui merupakan residivis dalam kasus penipuan dan penggelapan.

“Jadi diketahuinya sama penjaga warung. Tersangka itu membeli rokok dengan dua lembar uang pecahan Rp 20.000. Pas dicek, ternyata nomor serinya sama. Temuan itu langsung dilaporkan pada kami sebelum kemudian kami amankan,” kata Kepala Polsek Setu, Ajun Komisaris Wahid Key, Jumat, 6 September 2019.

Kejadian tersebut berlangsung di salah satu warung di Kampung Cikedokan RT 01/02 Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu, 4 September 2019.

Sebelum berbelanja di warung tersebut, KLS membeli gorengan sehahrga Rp 5.000 yang kemudian dibayar dengan uang Rp 20.000 yang diduga palsu. Tidak jauh dari pedagang gorengan, KLS lalu membeli rokok seharga Rp 24.000.

“Di lokasi warung itu, sudah dicurigai uangnya palsu, terlebih kondisi uangnya masih baru. Tersangka sendiri setelah berbelanja kemudian pergi dengan mengendarai sepeda motor. Setelah pergi, pedagang warung baru sadar bahwa itu uangnya palsu,” ucap dia.

Warga yang kemudian menghubungi polisi yang sedang berpatroli lantas mengejar tersangka. Saat ditangkap, polisi menemukan barang bukti puluhan lembar uang palsu pecahan Rp 20.000 di balik jok motor yang dikendarai.

“Totalnya ada 47 lembar, jika dijumlahkan menjadi Rp 840.000. Belum lagi barang bukti sejumlah jajanan yang diduga dibeli menggunakan uang palsu tersebut,” ucap Wahid.

Selain uang palsu, KLS ditangkap dengan barang bukti lainnya berupa uang Rp 137.000 yang diduga merupakan uang kembalian pembelian yang menggunakan uang palsu, satu bungkus rokok, dua minuman kaleng, tiga bungkus biskuit coklat Nextar, tiga bungkus wafer kelapa dan delapan buah coklat bengbeng. Sejumlah makanan itu dibeli menggunakan uang palsu.

Tukang Becak

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Wahid, uang palsu itu diketahui dibeli oleh KLS dari E yang sehari-harinya mengayuh becak. Keduanya pertama kali bertemu pada Selasa, 3 September 2019 malam di daerah Wanasari.

Halaman:

Editor: Endah Asih


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X