Bantuan Sudah Berdatangan ke Keluarga Aimar, Cacat Bawaan Kelamin Ganda Diharapkan Segera Ditangani

- 5 September 2019, 22:09 WIB
AIMAR (3,5) sedang bermain di halaman rumahnya, di Kecamatan Haurwangi, Rabu, 4 September 2019. Walaupun secara fisik terlihat normal, Aimar memiliki kelamin ganda dan memerlukan operasi pemisahan alat kelamin agar kondisi tersebut tidak dibiarkan hingga dia dewasa.*/SHOFIRA HANAN/PR

CIANJUR, (PR).- Bocah yang menderita cacat bawaan lahir dengan kelamin ganda mulai mendapatkan bantuan dari sejumlah pihak. Aimar Qalbi Rajabi (3,5), bocah yang berasal dari Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, mendapatkan bantuan biaya perjalanan untuk berobat ke Bandung dari penyumbang perorangan maupun yayasan.

Beberapa bantuan tersebut diamanatkan kepada jurnalis Cianjur untuk disampaikan kepada keluarga Aimar. Salah satu jurnalis, Angga Purwanda, mengatakan, banyak pihak yang menitipkan bantuan setelah membaca pemberitaan dan merasa prihatin atas kondisi putra ke tiga dari Iyan Kustian (46) dan Ida Rosida (37).

”Beberapa dari mereka juga rata-rata baru tahu kalau ada kasus seperti ini. Makanya, mereka menitipkan bantuan setidaknya untuk menambah ongkos berobat menuju ke RSHS Bandung,” ujar Angga, Kamis, 5 September 2019.

Ia mengatakan, tidak sedikit pihak yang kemudian mempertanyakan peran Pemkab setelah mencuatnya kabar mengenai Aimar. Banyak pihak yang menyatakan harapan agar biaya pengobatan bisa ditanggung karena Aimar berasal dari keluarga kurang mampu yang mengandalkan pengobatan menggunakan BPJS.

Selain bantuan secara personal, Angga menyatakan bahwa ada pula tawaran dari sejumlah yayasan. Akan tetapi, bantuan tersebut belum bisa dipertanggungjawabkan karena pihak yang bersangkutan baru menawarkan bantuan melalui pesan singkat dan belum datang ke lokasi.

Koordinasi dilakukan dengan Dinkes Jabar untuk kelanjutan pengobatannya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Tresna Gumilar, mengatakan, saat ini proses penanganan dan pengobatan Aimar sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan Jawa Barat. “Karena keluarga pasien pun sudah langsung berobat ke RSHS. Makanya, Dinkes Jabar akan menindaklanjuti,” ujar dia.

Ia menambahkan, Aimar diketahui terdaftar sebagai pasien JKN PBI Daerah dan sudah beberapa kali berobat menggunakan fasilitas tersebut sejak Agustus 2019. Sebelumnya, bocah itu dibawa berobat ke Rumah Sakit dr. Hafiz Cianjur dan langsung dirujuk ke RSHS.

Aimar perlu dirujuk ke dokter spesialis sesuai kondisi dan kebutuhannya. Berdasarkan aturannya, jika rumah sakit di wilayah Cianjur tidak sanggup menangani, maka pasien dapat dirujuk ke rumah sakit rujukan provinsi, di antaranya ke RSHS.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X