Senin, 16 Desember 2019

Ombudsman Apresiasi Pembenahan Samsat Bekasi Pascatemuan Praktik Pungli

- 5 September 2019, 19:57 WIB
null

BEKASI, (PR).- Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya mengapresiasi perbaikan dan peningkatan layanan yang diberikan Samsat Kota Bekasi. Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho menyatakan, adanya perbaikan pada pelayanan yang diberikan Samsat Kota Bekasi itu diketahui saat melakukan sidak pada Rabu, 4 September 2019.

"Kedatangan kami untuk melihat langsung seperti apa pelayanan di Samsat Kota Bekasi setelah saat melakukan 'rapid asessment' pada Februari 2019, diperoleh temuan masih terjadinya praktik pungli di Samsat Kota Bekasi, selain juga terjadi di Kabupaten Bogor juga Depok," kata Teguh saat dihubungi Kamis, 5 September 2019.

Menurut dia, nyatanya saat ini sudah banyak perubahan pada sistem layanan. Setidaknya ada tujuh poin yang ditemukan di lapangan. Perbaikan terlihat mulai dari pemasangan papan petunjuk area parkir kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat. Kemudian pemasangan denah gedung pelayanan.

Ada juga pemasangan spanduk dan papan himbauan agar masyarakat tidak berhubungan dengan calo, serta pemisahan loket pelayanan progresif di luar gedung pelayanan untuk mengurangi penumpukan wajib pajak di bagian dalam ruangan. "Imbauan untuk tidak menggunakan jasa calo juga sangat positif. Karena ini memacu masyarakat mengurus dokumen secara mandiri," katanya.

Ombudsman RI juga menilai baik penyediaan ruang tunggu bagi pengantar wajib pajak, sehingga yang memasuki gedung pelayanan hanya mereka yang berkepentingan mengurus surat kendaraan dan melengkapi tanda pengenal yang disediakan di pintu masuk. Selain itu perbaikan pelayanan juga ditunjukkan melalui transparansi pelayanan. Hal ini diwujudkan dalam berbagai bentuk. Seperti pemampangan Tarif Pelayanan, Persyaratan dan Mekanisme, Standar Waktu Pelayanan dalam bentuk 'banner', 'leaflet', stiker 'one way' yang tersedia di tempat strategis pelayanan Samsat dan pada loket pelayanan, serta pemasangan mesin antrean digital untuk menerapkan "First In First Out".

"Intinya menurut catatan kami, Samsat Kota Bekasi sudah melakukan tindak lanjut dan perubahan perbaikan serta peningkatan pelayanan yang signifikan kepada masyarakat, atas temuan beberapa bulan yg lalu," katanya.

Kepala Unit Samsat Kota Bekasi Ajun Komisaris Danny Rimawan menyebut bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian pembenahan pelayanan pascatemuan Ombudsman beberapa bulan lalu. "Kami menerapkan standardisasi pelayanan publik Polri. Saat Ombudsman datang untuk melihat pembenahan yang kami lakukan, tidak ada yang dibuat-buat karena sekarang ini layanan yang kami berikan setiap harinya kepada masyarakat memang sesuai standar tersebut," kataya.

Perubahan pada layanan Samsat Kota Bekasi diamini salah satu warga yang datang untuk membayar pajak kendaraan bermotornya. Firdaus (35), warga Jatirasa Kota Bekasi mengaku 'pangling' dengan perubahan Samsat Kota Bekasi sejak ia mengurus pajak kendaraannya tahun lalu.

"Sejak masuk gerbang sudah terasa, karena pemeriksaannya sangat ketat. Begitu juga ketika akan masuk gedung pelayanan, hanya yang berkepentingan yang diperbolehkan masuk, itu pun dengan mempergunakan pengenal," katanya.


Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X