Senin, 30 Maret 2020

Ingin Tumbuh Sebagai Laki-laki Seutuhnya, Aimar Butuh Bantuan Operasi karena Kelamin Ganda

- 4 September 2019, 20:43 WIB
AIMAR (3,5) sedang bermain di halaman rumahnya, di Kecamatan Haurwangi, Rabu, 4 September 2019. Walaupun secara fisik terlihat normal, Aimar memiliki kelamin ganda dan memerlukan operasi pemisahan alat kelamin agar kondisi tersebut tidak dibiarkan hingga dia dewasa.*/SHOFIRA HANAN/PR

Pengobatan Aimar tertunda lama karena kendala biaya

Ida dan suami kemudian mencoba meminta bantuan kepada pihak puskesmas terdekat. Namun, tenaga medis di sana menyatakan bahwa puskesmas itu tidak memiliki program bantuan operasi kelamin. Tak berhenti di sana, Ida pernah membawa Aimar ke pengobatan alternatif hingga mengusahakan untuk mendapatkan BPJS tak berbayar bagi sang putra.

Ia menyatakan harapannya agar beberapa biaya pengobatan untuk anaknya bisa ditanggung oleh BPJS. Sayangnya, Ida harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan fasilitas BPJS tak berbayar dengan berbekal surat keterangan tidak mampu (SKTM). Karena itulah, pengobatan untuk Aimar jadi tertunda lama.

”Karena (uang) dari mana lagi, saya cuma jualan gorengan dan suami kerja serabutan. Sementara, kalau nanti harus operasi, biaya yang dibutuhkan lebih besar karena Aimar harus menjalani tiga kali operasi sampai tuntas,” ujar Ida.

Oleh karena itu, ia pun berharap ada pihak yang bersedia memberikan bantuan pengobatan untuk putranya. Terlebih, Aimar kini semakin kritis dan bersikeras untuk menjalani operasi supaya menjadi laki-laki seutuhnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cipeyeum, Kankan Sumpena, mengatakan, kondisi Aimar dapat dikatakan belum mendesak. Hanya saja, saat ini, bocah itu tengah memasuki tahap palis pada tahapan perilaku psikoseksualnya.

“Mereka akan memperhatikan alat kelamin mereka sendiri. Apalagi saat ini Aimar ada di usia yang sedang masanya toilet training,” ucapnya.

loading...

Karena itulah, operasi kelamin itu dinilai perlu untuk dilakukan segera agar bocah tersebut tidak minder atau kebingungan akan kondisi tubuhnya sendiri. Sejauh ini, penanganan Aimar dari puskesmas hanya sekedar rujukan atau rekomendasi kepada pihak terkait.

Kankan mengatakan, upaya penanganan bocah itu tidak bisa ditanggung oleh satu pihak saja, terlebih kondisi Aimar saat ini terbilang langka. Ia juga menyatakan harapannya supaya banyak pihak yang bersama-sama membantu.

”Kami juga mencari-cari informasi penanganan kelamin ganda, tapi memang jarang bantuan seperti itu. Soalnya, cacat bawaan seperti itu memang langka, makanya bantuan dari yayasan-yayasan juga susah ditemukan,” ujar Kankan.***

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X