Selasa, 26 Mei 2020

Petani Gigit Jari, Belum Panen, Padi Sudah Dirusak Monyet

- 3 September 2019, 20:11 WIB
KAWASAN hutan di sekitar Dusun Gorowong yang sering dijarah kawanan monyet.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG,(PR).- Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Peribahasa itu sepertinya sangat cocok dengan nasib yang dialami para petani di Dusun Cileuweung dan Pabuaran Desa Sukawening Kecamatan Ganeas. 

Betapa tidak begitu, di saat lahan pertaniannya sedang mengalami kekeringan akibat musim kemarau, tanaman padi yang tersisanya pun malah habis dirusak kawanan monyet.

Akibatnya, pada musim panen kali ini, para petani pun harus gigit jari, karena sebagian tanaman padinya malah keburu rusak "dihumut" (batang padinya dicabut untuk diambil airnya) oleh kawanan monyet sebelum dipanen.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Sukawening, Karman, di kantor desanya, Selasa 3 September 2019. Menurut Karman, persoalan hama monyet ke lahan pertanian warga ini, memang sudah menjadi masalah yang serius, karena sering merugikan masyarakat.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pengaduan dari warga terkait kerusakan-kerusakan tanaman milik masyarakat akibat serangan monyet yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.

"Kemarin saja warga terpaksa harus memanen cepat tanaman padinya. Sebab jika tidak, pasti tanaman padi itu akan keburu habis dirusak monyet," katanya.

Keresahan warga soal serangan monyet ini, lanjut Karman, tentu bukan hanya terjadi di Dusun Cileuweung dan Pabuaran saja, sebab belakangan ini kawanan kera itu pun kerap dilaporkan sering menyerang perkebunan pisang dan buah-buahan lainnya di Dusun Gorowong.

"Malah menurut laporan masyarakat Gorowong, monyet-monyet itu jumlahnya sangat banyak. Kawanan monyet itu sering terlihat merusak pohon pisang dan diisap airnya. Parahnya lagi, monyet-monyet itu sering turun juga ke pemukiman dan membuat warga ketakutan," ujarnya.

Sesuai hasil pentauan dia di lapangan, saat ini kawanan monyet yang jumlahnya mencapai ribuan tersebut diperkirakan sudah berhasil menguasai hampir semua hutan di kawasan kaki Gunung Rengganis, termasuk hutan di wilayah desanya, seperti  Hutan Blok Cioray, Cigula, Pajaten dan Pasir Bago.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X