Jumat, 5 Juni 2020

Anggota Dewan Diduga Potong 30% Dana Desa

- 2 September 2019, 20:51 WIB
SUASANA sidang kasus korupsi dana desa di Pengadilan Tipikor Bandung Senin 2 September 2019.*/YEDI SUPRIADI/PR

BANDUNG, (PR).- Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Deni Sagara diduga telah menerima setoran dari Kades Sukahening Uwon Dartiwa yang menjadi terdakwa korupsi dana pembangunan desa sebesar Rp 2.1 miliar. Nama Deni Sagara sendiri muncul dalam persidangan yang menelan kerugian Rp 878 juta di Pengadilan Tipikor Bandung Senin 2 September 2019.

Dalam sidang tersebut menghadirkan terdakwa Uwon Dartiwa, mantan kades Sukahening dan Farid Gozali selaku pelaksana teknis yang juga sebagai adik kandung Deni Sagara.

Nama Deni Sagara kerapkali dipertanyakan jaksa penuntut umum Yayat Hidayat kepada sebelas saksi. Salah satu pertanyaan jaksa tersebut mengenai aliran dana dari Kades Sukahening kepada Deni Sagara.

"Apakah anda mengetahui ada potongan 30 persen untuk anggota dewan Deni sagara," ujar jaksa penuntut umum kepada saksi Rudiana, dan sepuluh saksi lainnya.

Hampir semua saksi mendengar tentang adanya pemotongan dana 30 persen untuk anggota dewan, sebagian lagi mengaku tidak tahu.

Selain nama Deni Sagara, anggota dewan lainnya yang disebut saksi yakni Cecep Ruhimat dan satu lagi anggota dewan dari fraksi PKB.

Dalam sidang tersebut terungkap adanya dana untuk desa Sukahening sebesar Rp 2.1 miliar anggaran tahun 2017 untuk proyek 23 titik. Semua proyek dikerjakan melalui swakelola, hanya saja dana yang diberikan tidak utuh karena dipotong untuk anggota dewan sebesar 30 persen.

Keterangan saksi

Seperti dikatakan saksi Rudiana, yang mengaku dirinya melaksanakan lima kegiatan, seluruh kegiatan dananya dipotong 30 persen untuk anggota dewan dan 12 persen untuk pajak. Jadi dari Rp 75 juta hanya diterima Rp 38 juta.

"Anggaran untuk rumah tidak layak huni (rutilahu) dari sananya Rp 15 juta, tapi yang nyampe ke saya hanya Rp 8 juta," ujarnya.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X