Jumat, 28 Februari 2020

Jumat Malam Bupati Cirebon Resmi Dilengserkan, Imron Diajukan Menjadi Bupati Definitif

- 2 September 2019, 00:23 WIB
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil melantik Bupati dan Wakil Bupati Cirebon Masa Jabatan 2019-2024 hasil Pilkada Serentak Tahun 2018. Pelantikan berlangsung di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (17/5/19). Pada pelantikan ini diikuti pula dengan pemberhentian sementara terhadap Bupati Cirebon Sunjaya dan penugasan Wakil Bupati Cirebon Imron menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cirebon.*/DOK HUMAS PEMPROV JABAR

SUMBER, (PR).- Hari Jumat malam 30 Agustus 2019, H. Sunjaya Purwadisastra  resmi dicopot jabatannya sebagai Bupati Cirebon Periode 2019-2024. Pelengseran resmi Sunjaya dilakukan dengan dibacakannya surat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berisi pencopotan jabatan sebagai orang nomor satu di daerah pantai utara (pantura) tersebut.

Rapat paripurna digelar Jumat malam, dihadiri Ketua DPRD, unsur pimpinan dewan dan anggota DPRD periode 2014-2019. Hadir pula Pelaksana tugas Bupati Cirebon, H. Imron Rosyadi, beserta pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Dengan dibacakanna surat dari Mendagri, berakhir sudah status administratif Sunjaya sebagai Bupati Cirebon. Saat surat pemberhentian dibacakan, Sunjaya sendiri tidak hadir karena  statusnya sebagai narapidana kasus tindak pidana korupsi (tipikor) di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin di Bandung.

“Lewat paripurna ini, maka status Bupati Cirebon pada diri Pak Sunjaya sudah dicopot. Paripurna ini mengawali tahapan selanjutnya dari proses administrasi pengisian jabatan pemimpin daerah di Cirebon,” tutur Ketua DPRD, H. Mustofa yang memimpin rapat paripurna.

Rapat paripurna pada Jumat malam yang berakhir sampai tengah malam berisi dua agenda, yakni pemberhentian Sunjaya dan hantaran Bupati terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2020. Khusus untuk pemberhentian Sunjaya, dalam agenda tidak tertulis secara terbuka, namun berisi usulan pengangkatan Wakil Bupati Cirebon menjadi Bupati Cirebon Periode 2019-2024. 

Agenda ini lebih karena yang berlangsung adalah masalah administratif. Makanya setelah Sunjaya resmi diberhentikan, DPRD lebih ke proses administrasi pengusulan Imron sebagai wakil bupati dan plt bupati, menjadi bupati definitif.

Wabup menyusul

Setelah rapat paripurna Jumat malam, selain pengusulan agar Imron menjadi Bupati Cirebon definitif, berikutnya ialah proses pemilihan wakil bupati (wabup). Berbeda dengan pergantian dari Sunjaya ke Imron yang lebih merupakan proses administrasi, untuk pengisian kursi wabup yang kosong merupakan proses politik.

Sesuai dengan aturan, jabatan wabup merupakan hak dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai satu-satunya partai pengusung pasangan Sunjaya-Imron. Siapa yang bakal diajukan sebagai pendampingi Imron sangat bergantung pada dinamika internal partai tersebut.

Imron sendiri, dalam banyak kesempatan menyerahkan proses siapa yang akan diajukan sebagai wabup kepada aturan internal partainya. Meski dirinya kini sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Cirebon, namun Imron tetap akan mengikuti pakem partai.

Halaman:

Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X