Kamis, 5 Desember 2019

TKW Indramayu Tertahan 13 Tahun di Qatar

- 1 September 2019, 21:58 WIB
MASNI, ibu kandung pekerja migran Indonesia di Qatar memegang foto putrinya, Ranti yang sudah 13 tahun tidak pulang-pulang dari Qatar.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Seorang pekerja migran Indonesia tak bisa pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Indramayu. Pekerja migran tersebut ditahan oleh majikannya selama 13 tahun di negara Qatar. Keluarga berharap pekerja tersebut bisa segera kembali ke Indramayu.

Pekerja migran nahas itu adalah Ranti Ratnaningsih (29) asal Desa Purwajaya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu Juwarih mengatakan, pihak keluarga sudah menginformasikan tertahannya Ranti kepada SBMI. SBMI Indramayu pun kata dia, siap mengawal pihak keluarga dalam menyampaikan proses pelaporan kepada pemerintah.

“Kami akan membuat surat aduan ke kementerian luar negeri,” kata dia, Minggu 1 September 2019. Kasus tertahannya Ranti diduga terjadi karena majikannya tak memperkenankannya pulang. Ranti pun dilaporkan tidak mendapatkan gaji penuh selama bekerja di Qatar. Diduga pula majikannya bertindak sewenang-wenang terhadap pekerja migran tersebut. Untuk itu, kasus Ranti akan disikapi dan diperjuangkan secara serius. Dia berharap, pemerintah bisa mengatasi kasus itu segera dan memperjuangkan gaji yang belum terbayarkan.

Sementara itu, Masni (43) ibu kandung Ranti menyatakan kekhawatirannya terhadap nasib dari Ranti. Dia takut kejadian buruk menimpa Ranti. Apalagi selama bekerja di sana putrinya itu jarang sekali menghubunginya. Selama 13 tahun bekerja, Ranti hanya mengirim surat beserta uang pada tahun 2008 dan 2009. Tak heran, kemungkinan besar Ranti tidak mendapatkan hak-haknya secara penuh selama bekerja menjadi asisten rumah tangga di Qatar.

“Anak saya tidak bisa pulang,” ungkapnya. Dia menceritakan, Ranti berangkat pada tahun 2006 silam lewat seorang sponsor asal Kabupaten Subang. Tak lama Ranti pun diberangkatkan ke Qatar untuk dipekerjakan menjadi asisten rumah tangga. Masni pun sempat mempertanyakan keberangkatan Ranti karena pada saat itu Ranti masih berusia 16 tahun.

Namun sponsor  itu meyakinkan bahwa semua persyaratan sudah lengkap dan Ranti siap diberangkatkan ke Qatar. “Anak saya kerja di majikannya bernama Barki Baddah Al-Hajri dan istrinya Sedra tinggal di New Rayyan, Qatar. Itu informasi yang saya tahu sebelum ia berangkat ke sana,” ungkap Masni. Keberadaan Ranti pun hingga saat ini masih misterius.

Keluarga berharap pemerintah bisa memperjuangkan nasib Ranti di Qatar. Sebab kata Masni, dirinya sudah sangat merindukan kepulangan anaknya ke kampung halamannya di Kabupaten Indramayu. Dengan demikian, ia bisa berkumpul kembali dengan putrinya tersebut. ***



Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

X