Senin, 24 Februari 2020

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pokir, Kejari Sudah Periksa 50 Orang

- 29 Agustus 2019, 09:49 WIB
ILUSTRASI kasus korupsi.*/DOK. PR

GARUT, (PR).- Kasus dugaan korupsi anggaran Pokok-pokok Pikiran (Pokir) di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut. Sedikitya 50 orang telah dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik Kejari Garut selama proses penyelidikan berlangsung.

"Kita masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi Pokir DPRD Garut ini. Hingga saat ini sudah ada 50 orang yang telah dipanggil dan dimintai keterangannya," ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Garut, Azwar, Rabu 28 Agustus 2019.

Dikatakannya, ke-50 orang yang telah dimintai keterangannya itu terdiri dari staf dan pejabat di lingkungan Setwan DPRD Garut, pejabat dan staf di lingkungan Pemkab Garut, serta anggota dewan. Untuk anggota dewan, hingga saat ini baru ada 5 orang yang telah dipanggil dan dimintai keterangannya oleh penyidik.

Menurutnya, permintaan keterangan dari 50 orang ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti-bukti dalam upaya pengungkapan kasus dugaan korupsi Pokir DPRD Garut tahun anggaran 2017-2018 ini. Penyelidikan ini sendiri diakuinya sudah berjalan selama 6 bulan akan tetapi hingga saat ini masih belum ada kejelasan. 

"Penyelidikannya sudah berlangsung 6 bulan dan sampai saat ini masih sebatas pemeriksaan sejumlah orang yang statusnya sebagai saksi. Sedangkan untuk tersangkanya sendiri hingga saat ini belum ditetapkan," katanya.

Selesai dua bulan

Selain belum menetapkan tersangka, Azwar juga menyatakan jika sampai saat ini penyidik juga belum bisa mendapatkan data terkait besaran dana yang diduga telah diselewengkan. Padahal untuk penyelidikan kasus ini, dirinya sudah menugaskan 5 orang penyidik.

Lebih jauh diungkapkannya, dirinya pun belum mengetahui lebih rinci terkait hasil pemeriksaan atau penyelidikan yang telah dilakukan stafnya. Hal ini dikarenakan dirinya masih belum mendapatkan laporan terklait progres hasil pemeriksaan dari stafnya.

"Saya pun belum tahu lagi perkembangannya seperti apa saat ini. Belum ada laporan lagi yang saya terima dari staf-staf saya yang melakukan penyelidikan kasus ini," ucap Azwar.

Namun demikian Azwar menegaskan dirinya telah menargetkan penyelidikan kasus Pokir DPRD Garut ini sudah harus selesai paling lambat dua bulan ke depan. Kalau perlu, dirinya akan menambah jumlah penyidik sehingga proses penyelidikan bisa berjalan lebih cepat.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X