Kamis, 12 Desember 2019

Bupati Bekasi Tolak Perluasan TPA Burangkeng

- 27 Agustus 2019, 19:38 WIB
WARGA memungut sisa sampah yang dapat didaur ulang di Tempat Pembungan Sampah Burangkeng Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Memasuki hari kesebelas, TPA masuk ditutup. Warga kukuh ingin kompensasi bentuk uang.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menolak perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Kecamatan Setu. Sejak beberapa tahun lalu, lokasi tersebut sudah tidak lagi mampu menampung sampah.

Eka Supria Atmaja menilai, perluasan TPA Burangkeng tidak dapat dilakukan karena bertentangan dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bekasi. Untuk itu, perluasan TPA Burangkeng sulit terealisasi.

”Daerah Burangkeng sudah tepat sebagai TPA dan untuk perluasan juga penting. Namun kami tidak akan menabrak peraturan tata ruang,” ucap dia, Selasa 27 Agustus 2019.

Wacana perluasan TPA Burangkeng mencuat setelah munculnya rencana revisi Perda Nomor 12 Tahun 2011.

Seiring masuknya Kabupaten Bekasi dalam sejumlah proyek strategis nasional seperti Tol Jakarta-Cikampek II Sisi Selatan, revisi RTRW diperlukan untuk mengintergasikan program pemerintah pusat tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bekasi memiliki peluang untuk memasukkan perluasan TPA Burangkeng dalam draf revisi RTRW. Namun, Eka Supria Atmaja belum mau menangkap peluang tersebut.

Kondisi TPA Burangkeng tidak lagi memungkinkan menjadi lokasi pembuangan sampah. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi mencatat, daya tampung TPA seluas 11,6 hektare itu, sejak beberapa tahun lalu, sudah terlampaui.

TPA Burangkeng menjadi satu-satunya TPA yang dimiliki Kabupaten Bekasi. Sedikitnya 750 ton sampah per hari dibuang ke TPA Burangkeng dari 16 kecamatan, termasuk dari pasar induk serta ribuan perusahaan di Kabupaten Bekasi.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X