Pilkades Serentak di 211 Desa, Waspadai Potensi Konflik Meningkat di Tasikmalaya

- 27 Agustus 2019, 10:17 WIB
PENGENDARA melintasi spanduk sosialisasi Pilkades yang terpasang di kawasan Kantor Desa Nusawangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Senin, 26 Agustus 2019. Gelaran Pilkades yang bakal berlangsung serentak di Kabupaten Tasikmalaya meningkatkan potensi konflik dan kerawanan sosial.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

SINGAPARNA, (PR).- Sebanyak 211 desa dari 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya bakal mengikut pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada 24 Oktober 2019. Potensi konflik hingga gangguan keamanan pun meningkat, sehingga diperlukan langkah-langkah antisipasi meredamnya.

Dalam data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMDPAKB), gelaran Pilkades Kabupaten Tasikmalaya telah memasuki tahap pengumuman dan pendaftaran bakal calon pada 20-29 Agustus 2019.

Panitia penyelenggara Pilkades tingkat kabupaten pun melakukan pemantauan terkait potensi kerawanan dalam pemilihan kepala desa tersebut. Hajat demokrasi desa itu juga mulai terasa saat ini. Spanduk pengumuman pembukaan pendaftaran bakal calon Kades serta sosialisasi tahapan pemilhan terlihat di sejumlah desa.

Beberapa kandidat bahkan telah memajang foto dirinya dalam spanduk atau pamflet di tepi jalan. Meski demikian, potensi konflik dan kerawanan akibat perbedaan pilihan antarwarga dalam Pilkades menjadi hal yang menjadi perhatian tersendiri bagi panitia penyelenggara.

Apalagi, Kabupaten Tasikmalaya memiliki 211 desa yang melaksanakan Pilkades bersamaan. Tanpa upaya penanganan dan antisipasi, konflk dengan skala luas bisa saja terjadi. ‎ Untuk itu, analisis potensi, pemetaan dan penanganan konflik menjadi keniscayaan. Seperti yang dilakukan Panitia Pilkades Santanamekar. 

Kondisi di lapangan

Deli Gustina (32), Sekretaris Panitia Pilkades Santanamekar mengungkapkan, antisipasi terjadi konflik dilakukan dengan menyelipkan pesan-pesan perdamaian dan menjaga kerukunan dalam kegiatan masyarakat.

"Langsung dari pengajian (disampaikan pesan menjaga kerukunan)," kata Deli di kediamannya, Kampung Singkursari, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Senin, 26 Agustus 2019. 

Selain itu, para kandidat diminta menandatangani surat kesepakatan di atas materai untuk menjaga kondusifitas dan tak berbuat onar.  

"Alhamdulillah untuk di Santanamekar mah aman," ucapnya.

Halaman:

Editor: Endah Asih


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X