Ngulisik, Cara Asyik Belajar Sejarah Tasikmalaya

- 26 Agustus 2019, 11:22 WIB
PESERTA tur mendengar penjelasan pemandu di atas Bus Ngulisik saat melintasi jalan-jalan di Kota Tasikmalaya, Sabtu, 25 Agustus 2019. Belajar sejarah dan lokasi wisata bisa diperoleh pengunjung dengan mengikuti tur bersama Ngulisik.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

BELAJAR sejarah tak selalu identik dengan mengunjungi museum atau perpustakaan. Di Kota Tasikmalaya, ada cara baru yang lebih asik untuk belajar sejarah sekaligus berkeliling di wilayah itu.

Ya, warga yang hobi berjalan-jalan santai bisa menambah asupan pengetahuan sejarah kota dengan menggunakan Bus Ngulisik atau Nguriling Kota Tasikmalaya. Sabtu, 24 Agustus 2019, Pikiran Rakyat menjajal moda transportasi khusus tersebut guna mengetahui tapak-tapak lawas dan cerita pertumbuhan Bumi Sukapura. 

Untuk mencoba Ngulisik, perjalanan dimulai dengan mendatangi langsung Pusat Pengembangan Industri Kerajinan Kota Tasikmalaya di Jalan Letjen Mashudi, Kelurahan Kersanegara, Kecamatan Cibeureum. Lokasi tehrsebut menjadi titik awal pemberangkatan sekaligus pembelian tiket Ngulisik.

Bus unik dengan badan yang terbuka tersebut tampak telah parkir di sana. Sore itu, hanya terdapat tiga penumpang yang turut dalam perjalanan tur Ngulisik.

Bus yang dipacu dengan kecepatan sedang tersebut mengawali perjalanan dari Letjen Mashudi mengarah ke Jalan Gubernur Sewaka. Seorang pemandu tur bernama Reza mulai memperkenalkan diri dan bercerita kisah-kisah sudut kota yang dilalui Ngulisik.

Kisah di balik ikon

Saat melintas sebuah tugu kelom geulis di Letjen Mashudi, sang pemandu mulai bercerita. "Ini salah satu tugu kebanggaan di Tasikmalaya," ucap Reza.

Kelom geulis memang menjadi salah satu primadona industri kreatif asli Tasikmalaya sejak lama. Hingga kini, produksi kelom masih bertahan dan digeluti sejumlah masyarakat.

Mendekati Jalan Gubernur Sewaka, topik berganti menjadi wilayah Kawalu yang segera dilewati. Kawalu sebagai pusat bordir Tasikmalaya pun menjadi topik yang dikupas selanjutnya.

Deru angin langsung masuk ke dalam ‎ruang penumpang menjadi sensasi sendiri bagi peserta tur. Hari semakin beranjak sore. Namun, kisah-kisah lain terus menyusul mengundang rasa penasaran peserta.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X