Senin, 27 Januari 2020

Tak Terserap Pasar, Puluhan Ribu Ton Garam Menumpuk di Jawa Barat

- 26 Agustus 2019, 08:25 WIB
PETAMBAK garam di Indramayu tengah memproduksi garam, pada Juli 2019. Stok garam petambak masih menumpuk karena lesunya penyerapan.***/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Stok garam di Kabupaten Indramayu masih menumpuk. Banyaknya stok garam tak diimbangi oleh tingkat penyerapan di pasar.

Petani berharap, ada kebijakan perlindungan terhadap harga garam lokal. Sebab, setiap tahunnya harga garam selalu saja mengalami penurunan. 

Ketua Asosiasi Petani Garam Jawa Barat Taufik mengatakan, hingga saat ini garam menumpuk di Jawa Barat ada sekitar 50.000 ton. Garam-garam tersebut belum bisa terserap oleh pasar dan tersebar di beberapa titik gudang yang ada di wilayah Jawa Barat.

"Belum ada pembelinya. Itu kendalanya," kata Taufik, Minggu, 25 Agustus 2019. 

Belum terserapnya garam sudah terjadi beberapa bulan terakhir ini. Padahal kata dia, harga garam masih cukup rendah Rp 300 per kilogramnya.

Dia pun masih menunggu adanya pembeli garam petambak lokal. Kemungkinan dalam waktu dekat ini garam bisa terserap ke pasar. 

Ke depan, dia berharap, ada kebijakan proteksi terhadap petambak lokal. Petambak berharap adantya kebijakan penyerapan garam lokal oleh industri. Dengan demikian, geliat produksi garam lokal bisa terus berkembang. 

Lesunya penyerapan diakui oleh Petambak asal Losarang Robendi. Di gudang garamnya, stok sudah mencapai 100 ton.

"Sepi belum bisa keluar barangnya," ujarnya.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X