Rabu, 19 Februari 2020

Minggu ini Bupati Cirebon Resmi Diberhentikan, Imron Bakal Definitif

- 25 Agustus 2019, 19:16 WIB
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil melantik Bupati dan Wakil Bupati Cirebon Masa Jabatan 2019-2024 hasil Pilkada Serentak Tahun 2018. Pelantikan berlangsung di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (17/5/19). Pada pelantikan ini diikuti pula dengan pemberhentian sementara terhadap Bupati Cirebon Sunjaya dan penugasan Wakil Bupati Cirebon Imron menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cirebon.*/DOK HUMAS PEMPROV JABAR

SUMBER, (PR).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon mengagendakan paripurna pemberhentian resmi H. Sunjaya Purwadisastra sebagai Bupati Cirebon Periode 2019-2024. Sesuai agenda, setelah sempat tertunda selama dua kali, rapat paripurna pemberhentian Sunjaya djadwalkan Jumát, tanggal 30 Agustus 2019, pekan ini.

Informasi yang diperoleh, Minggu 25 Agustus 2019, surat pemberhentian Sunjaya dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo sudah ada di DPRD setempat. Sebelumnya, surat tersebut lebih dulu diserahkan ke Gubernur Jawa Barat, H. Ridwan Kamil, untuk kemudian diteruskan ke Pelaksana tugas Bupati Cirebon, H. Imron Rosyadi.

Di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, surat didaftarkan di Bagian Pemerintahan. Kemudian diteruskan ke Ketua DPRD, H. Mustofa, yang selanjutnya diagendakan untuk dibawa ke forum rapat paripurna untuk dibacakan secara resmi.

“Surat itu, sudah disampaikan ke DPRD. Selanjutnya kita menunggu keputusan dari DPRD,” tutur  Drs. H. Dodi Mulyono, Kepala Bagian Pemerintahan Pemkab setempat.

Rencananya, surat pemberhentian resmi Sunjaya akan dibacakan dalam rapat paripurna tersendiri pada hari Jumat pekan ini. Usai resmi dibacakan, hasil paripurna akan diserahkan ke Mendagri melalui Pemkab Cirebon dan kemudian diteruskan ke Gubernur Jawa Barat.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H. Mustofa menuturkan, surat pemberhentian Sunjaya sudah dibahas di tingkat pimpinan dewan. Semula akan langsung diparipurnakan pada Jumat, 23 Agustus 2019, pekan kemarin, namun ternyata tidak memungkinkan.

“Paripurna pembacaan SK (Surat Keputusan) pemberhentian terjadwal ulang dua kali. Tadinya mau dibacakan Jumat kemarin disatukan dengan paripurna persetujuan APBD perubahan 2019, kemudian direncanakan Selasa  (27 Agustus 2019-Red.). Tapi karena Plt Bupati ada keperluan lain, akhirnya sepakat dijadwalkan pada Jumat pekan ini,”tuturnya.

Bursa calon mulai menghangat

Mustofa menuturkan, setelah paripurna pembacaan SK pemberhentian Sunjaya, agenda lain segera memasuki proses, yaitu pengajuan status plt pada Imron segera dicabut dan ditetapkan sebagai bupati definitif. Hal itu juga nantinya akan melalui surat pengajuan, yang selanjutnya diserahkan kepada Mendagri.

“Proses agar Pak Imron menjadi definitif pun segera dimulai,” tutur Mustofa.

Halaman:

Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X