Selasa, 28 Januari 2020

Joged Pongdut Viral di Medsos Menuai Pro Kontra

- 24 Agustus 2019, 09:06 WIB
SEJUMLAH orangtua minta klarifikasi terkait viralnya joget pongdut yang melibatkan pelajar SD dan SMP di media sosial.*/DEDE IWAN/KABAR PRIANGAN

BANJAR,(PR).-  Apresiasi seni yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar pada momen memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-74 di Graha Banjar Idaman (GBI) Kamis 22 Agustus 2019 menuai pro kontra.

Menyusul peserta yang dihadirkan pelajar SD dan SMP dari berbagai sekolah di Kota Banjar. Sementara, seni yang ditampilkan dan dinilai  lebih menonjol saat itu "pongdut". Spontan pelajar pun berjoged. Bahkan, sampai viral di media sosia (medsos). 

Pihak yang kontra menilai seni pongdut yang disosialisasikan terhadap generasi muda (pelajar) kurang mendidik, sampai joged pelajar. Miris, karena apresiasi seni itu dinilai tidak ada unsur pendidikan karakter beraklakul karimahnya. 

"Kami berharap semua pelajar dididik supaya soleh dan solehah. Pendidikan karakter yang baik seharusnya diutamakan. Saat mendidik pun diharuskan selalu  berupaya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Hal ini sejalan visi Kota Banjar yang berlandaskan iman dan takwa itu," ujar seorang pendidik, Zaenal Arifin.

Hal senada dikatakan Abah Emir, selaku orangtua pelajar. Abah Emir merasa sangat khawatir atas kondisi generasi muda mendatang. 

"Kami berharap ke depan ada perbaikan. Seni yang diperkenalkan kepada pelajar supaya difilter. Kalau diklik, pongdut di internet, goyangannya itu aneh-aneh," ujar Abah Emir dan Zaenal Arifin, seusai mendatangi kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, klarifikasi Jumat 23 Agustus 2019.

Bersifat spontan

Acara klarifikasi apresiasi seni dan pongdut itu diterima langsung Kepala Bidang Dikdas Disdikbud Kota Banjar, Ahmad Yani didampingi Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Banjar, Oom supriatna.

"Kami berniat ingin memperkenalkan seni dan alat musik tradisional dan modern. Kami tidak berniat ingin membengkokan karakter pelajar. Kalaupun ada pelajar yang joged, itu bersifat spontan," ujar Oom.

Seiring adanya masukan dari unsur masyarakat yang datang sekarang ini, dikatakan dia, pihak Disdikbud Kota Banjar mengapresiasi positif. 

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X