Sabtu, 29 Februari 2020

Pesona Citiis di Lembah Gunung Galunggung Tasikmalaya

- 23 Agustus 2019, 21:29 WIB
WARGA melintasi pemandian air panas di Kampung Citiis, Desa/Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Senin, 5 Agustus 20190. Lembah Gunung Galunggung di Citiis memiliki pesona wisata yang berpotensi menarik pengunjung.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

PESONA keindahan alam Kabupaten Tasikmalaya seakan tak ada habisnya. Gunung Galunggung adalah salah satu destinasi wisata Tatar Sukapura yang telah begitu akrab dikenal para pengunjung.

Galunggung bukan hanya memiliki kawah dan hutannya yang asri saja. Berbagai air terjun, sungai juga berhulu di gunung api tersebut. Pengunjung bakal dimanjakan beragam obyek wisata tersebut yang jaraknya tak terlalu berjauhan saat berwisata di sekitar Galunggung. Namun, ada obyek wisata yang tak boleh terlewatkan saat berkunjung ke sana.

Sebagai gunung yang masih berstatus aktif, Galunggung memiliki sumber mata air panas yang cocok dinikmati pengunjung saat hari libut. Salah satu kolam pemandian air panas itu berada di Kampung Citiis, Desa/Kecamatan Padakembang.

Tersembunyi di ceruk lembah yang dikelilingi rimbun pepohonan, kolam pemandian tersebut bisa dicapai melalui Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga). Saat masuk jalan baru tersebut, pengunjung tinggal mengarahkan kendaraannya ke Singaparna. Tepat di wilayah Padakembang, kendaraan tinggal berbelok ke arah Galunggung. 

Medan jalan yang dilintasi cukup mulus karena telah berlapis aspal. Namun pengunjung mesti ekstra waspada lantaran jalan berkelok dan agak menanjak. Pemandangan lembah Galunggung yang seakan terbelah menjadi pemandangan menarik yang bisa dinikmati di perjalanan. Belum lagi  hamparan pesawahan milik warga yang meruapkan bau lumpur ke hidung para pelintas. 

Setelah pemukiman warga terlewati, bentang hutan Galunggung mulai menghadang. Akhirnya, gerbang kolam pemandian air panas itu terlihat setelah menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 5 kilometer dari Cisinga.

Munir, pria 60 tahun asal Citiis menuturkan, kolam air panas tersebut mulai dibangun pada 2012. Kolam tersebut dikelola langsung oleh Desa Padakembang.

Awalnya, warga menyalurkan terlebih dahulu aliran air panas dari Cipanas, Galunggung melalui paralon ke dua kolam yang telah dibangun. Tak hanya kolam, pengelola juga membuat jembatan bambu di tebing tepi kolam yang cocok bagi pengunjung untuk berfoto. "Pengunjung alhamdulillah (cukup banyak), sampai saat libur, mobil, motor juga banyak (yang datang)," kata Munir di kawasan pemandian tersebut, Senin, 5 Agustus 2019. 

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X