Rabu, 26 Februari 2020

Kawasan Ruas Jalan Cisinga yang Tengah Dibangun Malah Jadi Lokasi Pembuangan Sampah

- 22 Agustus 2019, 22:20 WIB
PENGENDARA sepeda motor melintasi tumpukan sampah di ruas Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga), kawasan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis, 22 Agustus 2019. Sejumlah titik di Jalan Cisinga menjadi lokasi pembuangan sampah oleh warga yang tidak bertanggung jawab.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

SINGAPARNA, (PR).- Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga), Kabupaten Tasikmalaya yang pengerjaannya tengah diselesaikan justru menjadi lokasi pembuangan sampah. Titik-titik pembuangan sampah bertebaran di sepanjang jalan tersebut.

Pantauan "PR" pada Kamis, 22 Agustus 2019, titik sampah sudah terlihat di ruas Cisinga, kawasan Desa Pakemitan Kidul, Kecamatan Ciawi. Sampah-sampah berupa plastik hingga potongan buah kelapa bertumpuk di tepi jalan.

Tak tampak upaya pengangkutan sampah-sampah di lokasi yang akrab disebut jalan baru tersebut. Sampah-sampah itu pun hanya dimusnahkan dengan cara dibakar. Tak jauh dari sana, deretan sampah yang berceceran dan bertumpuk terlihat di dekat Jembatan Panyusuhan.

Dedi Danuji (51), warga Pakemitan Kidul menuturkan, tepi Jalan Cisinga memang menjadi lokasi pembuangan sampah orang-orang dikenal. "Pakai motor kebanyakan," kata Dedi yang berprofesi sebagai pengumpul barang rongsokan tersebut. 

Dengan sampah-sampah terbungkus kresek, mereka membuangnya begitu saja di tepi Cisinga. Para pelaku, tutur Dedi, ditengarai merupakan warga perumahan. Selain itu, terdapat pula pedagang buah kelapa yang sengaja membuang potongan kelapa ke sana. Praktik tersebut dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Dedi mengaku kerap mendapati sampah-sampah itu telah tergeletak pada pagi, siang dan sore. Pemusnahan sampah dengan cara dibakar membuat risau Dedi. Ia khawatir terjadi kebakaran karena api menjalar dari tempat pembakaran sampah. Apalagi, rumput-rumput kering juga berdekatan dengan lokasi sampah yang dibakar.

Kekhawatiran serupa dilontarkan warga Pakemitan Kidul lain, Enok (50). Enok yang memiliki kolam pemancingan di sisi Cisinga mengaku terganggu dengan bau sampah itu. Sampah-sampah tersebut juga beterbangan dan mengotori halaman ruman warga. Enok mengaku khawatir pula kondisi tersebut membuat warga terjangkit penyakit.

Menurutnya, tumpukan sampah pernah diangkut petugas kebersihan menggunakan truk. Namun, keadaan itu tak berlangsung lama. "Sekarang numpuk lagi, tos pusing," ucapnya. 

Ia mengungkapkan, praktik itu bukan dilakukan warga sekitar lokasi pembuangan sampah. "Orang jauh, bukan orang sini," ujar Enok.

Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X