Rabu, 26 Februari 2020

Diduga Mal Praktik, Taufik Hidayat Gugat RSUD Kabupaten Bekasi Rp 2 Miliar

- 22 Agustus 2019, 20:41 WIB
TAUFIK Hidayat (34) (tengah) dan kuasa hukumnya, Rio, menunjukkan foto rongent pada bahu kanannya di Pengadilan Negeri Cikarang, Kamis, 22 Agustus 2019. Taufik yang merasa jadi korban malpraktek menggugat RSUD Kabupaten Bekasi beserta dokter yang menanganinya, Aldico.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Taufik Hidayat (34) menggugat terhadap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi atas dugaan mal praktik. Warga Desa Sumber Jaya Kecamatan Tambun Selatan ini menggugat rumah sakit plat merah untuk memerbaiki kondisi ke rumah sakit lain hingga tuntas atau membayar ganti rugi hingga Rp 2 miliar.

“Ini pangkal tangan kanan saya awalnya sakit tapi masih bisa digerakan. Tapi pas dioperasi sampai dua kali jadinya enggak bisa digerakin,” ucap Taufik saat ditemui usai sidang pertama di Pengadilan Negeri Cikarang, Kamis, 22 Agustus 2019.

Selain RSUD Kabupaten Bekasi, Taufik turut menggugat Aldico selaku dokter yang menanganinya. Diungkapkan Taufik, dugaan mal praktik itu diawali saat dirinya mengeluhkan sakit pada pangkal tangan kanan yang berdekatan dengan bahu. Sakit itu dialami setelah dirinya jatuh di kamar mandi di kediamannya pada Juni 2017.

“Kemudian saya mengantar saudara ke dokter. Tidak sengaja, saya coba konsultasi ke dokter soal tangan saya. Kata dokter diobati atau diperiksa pakai BPJS Kesehatan. Ya sudah sejak saat itu mulai diperiksa. Itu sekitar bulan Januari, enam bulan setelah jatuh,” kata dia.

Kemudian setelah serangkaian pemeriksaan, Taufik didiagnosa mengalami dislokasi hingga diperlukan operasi yang dilakukan pada 12 Februari 2018. “Setelah operasi saya tanya ke dokter kenapa tidak bisa digerakkan tapi katanya tidak apa-apa,” ucap dia.
 

Berselang dua pekan setelah operasi, Taufik menjalankan pemeriksaan dan melepas jahitan. Lantas Taufik diminta menjalani terapi. “Selang beberapa lama tangan saya tetap tidak bisa digerakan. Saya sudah mulai curiga, ada masalah. Dan ternyata katanya tulangnya pecah tapi dokter cuma bilang ada urat kejepit,” ucap dia.

Taufik yang merasa tidak yakin lalu memeriksakan kondisinya ke dokter syaraf yang kemudian disebutkan bahwa ada syaraf yang bermasalah dan tidak bisa dibetulkan. “Saya balik ke dokter semula, itu dokter malah senyum dan saya minta operasi lagi, minta dokter tanggung jawab. Tapi saya diminta untuk konsultasi ke dokter di RSCM, biaya konsultasinya dibayarin sama dokter itu,” ucap dia.

Lalu setelah serangkaian pemeriksaan, akhirnya diputuskan dilakukan operasi kedua pada 7 Mei 2018. Dari hasil operasi, diketahui pangkal tangan Taufik pecah lalu pecahannya mengenai syaraf sehingga tangan tidak bisa digerakkan.

Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X