Jumat, 24 Januari 2020

Bima Arya Menjawab Wacana Bogor Masuk Provinsi DKI Jakarta

- 20 Agustus 2019, 18:47 WIB
BENDERA Indonesia dipasang di Tepas Lawang Salapan, Kota Bogor, Rabu 31 Juli 2019.*/ANTARA

BOGOR, (PR).- Wali Kota Bogor Bima Arya mendapat berbagai usulan usai berkembangnya wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya. Selain usulan tersebut, Dia mendapat usulan agar Kota Bogor  lebih baik bergabung dengan Provinsi DKI Jakarta dengan alasan kedekatan secara geografis.

Bima Arya mengatakan, seluruh usulan tersebut akan ditampung dan masuk dalam ulasan kajian yang sedang disusun Pemerintah Kota Bogor. Kajian itu melibatkan unsur akademisi Bogor.

“Wacana ini cukup berkembang, cukup bagus. Makin banyak kontribusi usulan yang bagus.  Ada usulan agar bergabung dengan DKI Jakarta karena APBD Jakarta lebih besar dan lebih terintegrasi, opsinya jadi semakin banyak,” ujar Bima Arya usai menghadiri pelantikan anggota DPRD Kota Bogor di Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Selasa 20 Agustus 2019.

Bima Arya senang wacana yang dia lempar ke publik direspons banyak pihak. Menurut dia, usulan perluasan wilayah, pembentukan Provinsi Bogor Raya, hingga masuk Provinsi DKI Jakarta merupakan antisipasi jangka panjang menjelang pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan.

“Kalau ibu kota pindah, tidak di Jakarta, tetap harus diantisipasi, ketika nanti magnetnya tidak di Jakarta lagi, Bogor harus punya strategi,” kata dia.

Pemindahan ibu kota negara dari Jakarta, kata dia, perlu dikaji lebih lanjut dampaknya bagi Kota Bogor. Apalagi jika wacana itu terealisasi, sebagian aktivitas tidak lagi berada di Jakarta.

“Dampaknya pasti sangat terasa untuk Kota Bogor. Apalagi Kota Bogor sangat mengandalkan denyut perekonomian Jakarta. (Pemerintah) Kota Bogor, setiap ada bimbingan teknis harus ke Kementerian di Jakarta, kalau Kementerian tidak ada, nanti bagaimana?” tanya Bima Arya retoris.

Dasar kajian akademis

Menurut dia, semua peluang, baik perluasan wilayah maupun bergabung Kota Bogor dengan Provinsi DKI Jakarta masih terbuka lebar. Semuanya akan didasarkan kepada kajian yang disusun Pemkot Bogor dan akademisi Bogor.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X