Senin, 24 Februari 2020

Kuwu Sarajaya Terancam 15 Tahun Penjara

- 20 Agustus 2019, 09:14 WIB
ILUSTRASI Korupsi.*/DOK. PR

"Modus operandi tersangka yaitu menggunakan dana desa tahap I tahun 2017 dan bantuan provinsi tahun 2017, untuk kepentingan pribadi," jelasnya. 

Sebenarnya, lanjutnya, dalam beberapa kali kesempatan Camat Lemahabang sudah melayangkan teguran kepada tersangka. Namun rupanya tersangka tidak mengindahkan teguran tersebut.

"Dari dokumen yang disita, di antaranya ada surat teguran pertama tertanggal 1 November2017 dan ketiga tertanggal 9 Januari 2018 yang ditandatangani Camat Lemahabang, dan ditujukan kepada Kuwu Sarajaya," paparnya.

Bahkan, lanjutnya, dari dokumen juga ada surat pernyataan kesanggupan tersangka mempertanggungjawabkan penggunaan dana desa dan bantuan provinsi.

Namun surat pernyataan bertanggung jawab tidak ditindaklanjuti, hingga perkara bergulir ke kepolisian.

"Surat pernyataan pertanggungjawaban atas temuan penggunaan dana desa tahap I tahun anggaran 2017 hasil pemeriksaan Inspektorat tahun 2018, tertanggal 10 Agustus 2018 yang ditandatangani oleh tersangka AL," jelasnya.

Dikatakannya, berdasarkan temuan hasil perhitungan kerugian negara dari Inspektorat Kabupaten Cirebon atas pengelolaan keuangan tahun 2017 Desa Sarajaya, setidaknya ada 15 proyek yang tidak sesuai baik besaran anggarannya maupun wujud fisiknya.

"Hasil perhitungan sementara nilai total kerugian negera sekitar Rp 354.768.461," paparnya.***
 

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X