Polresta Bogor Kota Siapkan Skema Ganjil Genap dan Buka Tutup Jalan Saat Nataru

- 7 Desember 2021, 10:10 WIB
Sejumlah kendaraan melaju melambat di jalan raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu 29 Agustus 2021. Kepadatan kendaraan terjadi di jalur wisata Puncak, Bogor pada akhir pekan dan masa PPKM level 3 sehingga Satlantas Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah secara situasional.
Sejumlah kendaraan melaju melambat di jalan raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu 29 Agustus 2021. Kepadatan kendaraan terjadi di jalur wisata Puncak, Bogor pada akhir pekan dan masa PPKM level 3 sehingga Satlantas Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah secara situasional. /Antara Foto/Arif Firmansyah

PIKIRAN RAKYAT - Polresta Bogor Kota menyiapkan skema ganjil genap dan buka tutup jalan sebagai bentuk pembatasan mobilitas menjelang Natal dan Tahun Baru. Pembatasan mobilitas dilakukan sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19 pada Nataru 2021.

“Apabila nanti diterapkan PPKM level tiga. Kami TNI Polri melaksanakan pembatasan mobilitas. Apakah ganjil genap di rute tertentu, atau crowd  free road (jalan bebas kerumunan) di rute tertentu. Jadi kalau kalau crowd free road nanti dipilih rute yang padat, tidak hanya di Surken tapi di area lain yang terpantau padat. Kalau sudah renggang nanti bisa dibuka kembali,” ujar Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro, Senin 6 Desember 2021.

Selain ganjil genap, selama dua pekan terakhir, Satgas Covid-19 Kota Bogor telah menerapkan kawasan wajib vaksin di area wisata Kota Bogor. Setiap akhir pekan, polisi dan tim gabungan melakukan penjagaan terutama di kawasan Sistem Satu Arah dan Kebun Raya Bogor untuk memeriksa status vaksinasi pengunjung.

Sebagaimana diketahui, Satgas Covid-19 Kota Bogor memberlakukan kawasan wajib vaksin di tempat wisata di Kota Bogor. Dari hasil evaluasi, warga yang datang di kawasan wisata mayoritas sudah dapat menunjukkan kartu vaksin mereka.

Baca Juga: Varian Omicron Tak Pengaruhi Kebijakan Umrah, Pemerintah Diminta Berikan Relaksasi Karantina

“Itu artinya masyarakat sudah sadar, yang masuk ke Bogor sudah tervaksin. Jadi dicek apakah dengan Peduli Lindungi, atau yang lain, yang menunjukkan bahwa mereka sehat,” kata Susatyo.

Selain kawasan wajib vaksin, gerakan gerebek vaksin di pusat keramaian seperti pasar juga dilakukan. Susatyo berharap, dengan program yang dilaksanakan tim Satgas Covid-19 Kota Bogor, kekebalan komunitas di Kota Bogor dapat terwujud.

“Kami berharap pada saat Nataru kekebalan komunitas sudah terbentuk, saat ini capaian vaksinasi kita sudah 90 persen,” ucap Susatyo.

Baca Juga: Ikatan Cinta 7 Desember 2021: Al Gagal Bawa Uang Rp5 Miliar, Nasib Andin Kian Terancam

Waspada

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network