Rabu, 11 Desember 2019

Denda Pembuang Sampah Sembarangan Segera Diberlakukan

- 14 Agustus 2019, 16:31 WIB
PETUGAS Balai PSDA Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane membersihkan sampah di sungai Ciliwung, Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.*/ANTARA

BOGOR, (PR).- Pemerintah Kota Bogor segera memberlakukan sanksi denda kepada pelaku pembuang sampah sembarangan. Namun, sebelum memberlakukan sanksi, Pemerintah Kota Bogor perlu memastikan sistem pengolahan sampah sudah dimiliki di seluruh wilayah Kota Bogor.  

“Saya minta dipetakan dulu, mana saja wilayah yang belum punya sistem pengangkutan sampah, septic tank, dan IPAL Komunal.  Sehingga saat warga ingin buang sampah mereka enggak punya alasan lagi, jadi bisa kita denda,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya seusai memimpin rapat koordinasi pengelolaan sampah di Graha Paseban Sri Bima Balai Kota Bogor, Rabu, 14 Agustus 2019.

Selain membangun sistem pengolahan sampah, edukasi kepada masyarakat untuk memilah dan memilih sampah akan digalakkan lebih masif. Bima berharap limbah rumah tangga yang mendominasi sampah di Kota Bogor dapat selesai di tingkat rumah tangga.

“Permasalahan sampah ini akan diselesaikan secara bertahap, saya  inginnya 2024 nanti jumlah sampah yang kita angkut sangat  berkurang. Makanya edukasi pilih dan pilah harus masif, kalau sekarang kan sistemnya masih buang dan angkut, nanti harus jelas mana organik dan non organik, dan itu harus dipilah ditingkat rumah tangga,” kata Bima.

Terkait evaluasi Satgas Naturalisasi Ciliwung,  Bima mengatakan, sejauh ini jumlah sampah di Sungai Ciliwung cenderung menurun. Namun demikian, Bima tidak menampik masih ada beberapa titik  sungai yang masih dipenuhi sampah, salah satunya di kawasan Kedungbadak, Kota Bogor.

“Progresnya cukup bagus, saya dapat laporan before dan after-nya, di beberapa titik seperti Sukasari, Sempur, Babakanpasar sudah lebih bersih lagi,” ucap Bima.

Menurut Bima, Pemerintah Kota Bogor sedang kejar target untuk membersihkan sampah di kawasan Sungai Ciliwung selama musim kemarau. Apa yang dilakukan Pemkot Bogor, lanjut Bima, akan berdampak pada pengurangan resiko banjir baik di Kota Bogor maupun di Jakarta.

“Kami melakukan ini bukan untuk orang Bogor saja, tapi juga untuk orang Jakarta. Kita terus kejar target pembersihan sampah di CIliwung, termasuk mengedukasi masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai. Sampah kan bikin mampet, kalau mampet tentu jadi banjir,” ucap Bima.

Dalam mengurangi sampah rumah tangga, Bima meminta Dasawisma dapat berperan lebih aktif. Bima menyebut dasawisma menjadi bagian strategi untuk  mengedukasi masyarakat  agar dapat memilah dan memilih sampah.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X