Jawa Barat Gagas Wisata Jalur Kereta Api Bersejarah

- 14 Agustus 2019, 13:27 WIB
KEPALA Disparbud Jabar, Dedi Taufik.*/NOVIANTI NURULLIAH/PR

BANDUNG,(PR).- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat tengah menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara khususnya dengan menawarkan konsep wisata sejarah jalur kereta api.

Lewat event "Smiling West Java Historical Railway Tour" yang berlangsung pada 21-22 Agustus 2019 mendatang, Disparbud ingin mempopulerkan konsep baru pariwisata Jabar tersebut. Event ini merupakan rangkaian peringatan HUT Provinsi Jabar ke-74.

Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik mengatakan bahwa tur ini bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai sejarah khususnya di bidang perkeretaapian. Mengingat, perkembangan kereta api di Indonesia tak lepas dari masa kolonialisme.

Pada zaman kolonialisme, kereta api dimanfaatkan sebagai alat transportasi pembangunan infrastruktur dan mobilisasi pejabat pemerintahan Hindia Belanda. Bahkan, hingga saat ini jalur dan stasiun peninggalan pemerintahan Hindia Belanda itu masih berfungsi.

"Kami ingin peninggalan sejarah ini tidak hanya menjadi edukasi, tapi juga destinasi wisata," kata Dedi dalam siaran persnya, Rabu 13 Agustus 2019.

loading...

Smilling West Java Historical Railway Tour menjadi salah satu upaya untuk menggambarkan dan menggali potensi yang bisa dikembangkan dari perkeretaapian. “Terutama jalur kereta api Kota/Kabupaten Bogor, Kota/Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur,” katanya.

Dia mencontohkan, peninggalan zaman kolonialisme yang masih eksis di antaranya Stasiun Bogor. Menurut beberapa ahli, Stasiun Bogor terbilang mewah dengan dua tingkat karena diperuntukkan khusus untuk para petinggi Hindia Belanda. 

Tur ini juga akan melewati Terowongan Lampegan, Cianjur. Di sana, pejabat yang diundang seperti Gubernur Jabar, Dubes Jerman, Inggris dan Belanda akan disuguhi pemandangan alam yang indah, seperti kebun teh atau kawasan Gunung Padang.

"Tujuan akhir tur ini, kami ingin mengungkap bahwa kereta api yang melewati jalur-jalur pedalaman di Jabar memiliki surga-surga yang tersembunyi," ucap dia.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X