Minggu, 8 Desember 2019

Pembebasan Lahan BORR Belum Rampung

- 13 Agustus 2019, 17:28 WIB
PEKERJA menyelesaikan pembangunan proyek simpang susun Sentul di Bogor, Jawa Barat, Juli 2019 lalu. Simpang susun Sentul Selatan yang dibangun sejak Februari 2019 oleh PT Jasa Marga Tbk melalui anak perusahaannya PT Marga Sarana Jabar, rencananya akan menghubungkan jalan Tol Jagorawi dengan jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) untuk memecah kemacetan di wilayah tersebut.*/ANTARA

BOGOR, (PR).- Hingga Agustus 2019, belum semua lahan terdampak proyek tol Bogor Ring Road (BORR) seksi 3A yang membentang dari Simpang Yasmin hingga Simpang Semplak, Kota Bogor belum terbebaskan. PT Marga Sarana Jawa Barat (MSJ) selaku operator terpaksa mengeluarkan dana talangan sebanyak Rp 800 miliar untuk membebaskan lahan tersebut.

Direktur Utama PT MSJ Hendro Atmodjo mengatakan, seharusnya pembebasan lahan sudah dijalankan sejak beberapa bulan lalu. Namun, anggaran pembebasan lahan dari APBN belum ada, sehingga pemerintah meminta PT MSJ menalangi anggaran pembebasan lahan. Sejauh ini, ada sekira 6 hektare lahan yang belum terbebaskan dengan luasan 118 bidang.

“Kami upayakan penbebasan tanah ini disegerakan, karena targetnya Bogor Ring Road ini harus beres Desember. Kebetulan pemerintah belum ada anggaran, jadi diminta menalangi dulu sekitar Rp 800 miliar untuk seksi 3A di wilayah kota dan kabupaten,” ujar Hendro di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Selasa, 13 Agustus 2019.

Hendro mengatakan, dari 118 bidang, sebanyak 52 bidang tanah di Desa Parakanjaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor mulai dibebaskan. Nominal anggaran yang digelontorkan untuk membebaskan kawasan tersebut mencapai Rp 81 miliar.

Pembebasan lahan mencakup ganti untung meliputi bangunan,  pohon, pemindahan sekolah warga terdampak, hingga kerugian akibat warga terdampak tidak dapat melaksaakan usahanya. Penghitungan tersebut dilakukan oleh tim apparaisal yang ditunjuk oleh PT MSJ.  Mayoritas lahan yang dibebaskan, menurut Hendro penuh dengan bangunan, sementara di kawasan Salabenda  mayoritas kawasan pertanian.

“Pembebasan lahan ini sudah ditunggu kontraktor agar bisa segera dilaksanakan, karena kita perlu buat jembatan di Kaliangke. Makanya tanahnya harus dikuasai. Mudah-mudahan seminggu setelah ini, bangunanya harus digusur, untuk dibangun on off crane Kayumanis,” kata Hendro.

Menurut Hendro, saat ini pembangunan tol BORR seksi 3A baru mencapai 41 persen. Kejadian runtuhnya cetakan pierhead kolom 109 memang membuat  target pengerjaan meleset.***



Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X