Selasa, 28 Januari 2020

Jalur Peredaran Narkoba dari Cirebon hingga Sukabumi

- 13 Agustus 2019, 14:09 WIB
KEPALA BNN RI Heru Winarko saat diwawancarai awak media, di Gedung Assakinah, Cianjur, Selasa 13 Agustus 2019. BNN pusat fokus mengawasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Jabar, karena tingkat kerawanan yang relatif tinggi dalam skala nasional.*/SHORIFA HANAN/PR

CIANJUR, (PR).- Peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Jawa Barat dianggap paling tinggi dalam skala nasional. Penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan, saat ini prevalensi peredaran dan penyalahgunaan narkoba berada pada angka 3-5 persen.

Kepala BNN Republik Indonesia, Heru Winarko mengatakan, angka tersebut diketahui merupakan prevalensi pada remaja yang berada di Jabar. Ia mengaku, target yang diincar pengedar sampai saat ini adalah kalangan muda.

“Kondisi yang ada sangat berbahaya. Jangan sampai bonus demografi kita hilang karena narkoba ini,” ujar Heru, usai kegiatan Deklarasi Anti Narkoba di Gedung Assakinah, Selasa 13 Agustus 2019.

Oleh karena itu, BNN pun memfokuskan diri untuk lebih mengawasi wilayah Jabar. Apalagi di Jabar banyak daerah yang berada dekat dengan kota Jakarta, pelabuhan, dan perairan yang memudahkan transportasi laut.

Ia menyebutkan, wilayah seperti penyangga ibukota, Cirebon, hingga Sukabumi perlu diperhatikan karena memiliki jalur masuk narkoba. Maka dari itu, BNN bekerja sama dengan Angkatan Laut dan bea cukai untuk mencegah terjadinya peredaran di lokasi-lokasi vital.

Apalagi, tercatat hingga sekarang jaringan internasional banyak mengedarkan narkotika melalui jalur darat maupun laut. Ia mengatakan, jaringan tersebut banyak mengedarkan sabu dan ganja.

Bersihkan desa

Lebih lanjut dikatakan, Jabar juga perlu diperhatikan karena 20 persen penduduk Indonesia ada di provinsi tersebut. Tidak heran jika Jabar menjadi provinsi terpadat di Indonesia.

Dengan begitu, jika peredaran dan penyalahgunaan narkotika bisa dibersihkan atau diturunkan, maka secara tidak langsung angka skala nasional pun bisa berkurang.

“Setidaknya, bisa dilakukan mulai dari tingkat desa. Supaya nanti kemudian masuk ke perkotaan. Penting sekali untuk membersihkan desa dari narkoba,” ujar dia.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X