Selasa, 2 Juni 2020

Banjir Lahar Mengancam Warga Tasikmalaya akibat Aktivitas Penambangan Pasir

- 13 Agustus 2019, 07:07 WIB
BADAN Sungai Cikunir menyempit dan dangkal di kawasan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Senin 12 Agustus 2019. Aktivitas tambang pasir ditengarai merusak alur sungai yang merupakan jalur lahar Gunung Galunggung.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

PRAKTIK penambangan pasir di kawasan gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya turut berdampak terhadap rusaknya jalur lahar gunung api tersebut. Dua sungai yakni Cikunir dan Cibanjaran yang merupakan tempat penampungan lahar Gunung Galunggung kini menyempit dan dangkal karena aktivitas penambangan.

Tepian sungai yang berada di Desa Linggajati dan Sinagar, Kecamatan Sukaratu tersebut menjadi area tumpukan tanah dan material yang digali di lokasi tambang.

Akibatnya, banjir lahar mengintai warga Sukaratu yang bermukim di bawah kawasan penambangan. Indikasinya sudah terjadi saat banjir karena luapan Sungai Cibanjaran menerjang pemukiman di Kikisik dan sejumlah perkampungan lain di Desa Gunungsari, Rabu 27 Maret 2019.

Derasnya hujan serta bertambahnya debit air sungai ditengarai terjadi karena jebolnya kolam penampungan limbah penambang pasir sehingga banjir terjadi.

Kendati peristiwa itu telah berlalu, Muslim (58), warga Desa Linggajati masih mengingatnya.  Menurut dia, Sungai Cibanjaran sebenarnya memiliki tanggul yang dikenal dengan istilah cek dam yang dibangun setelah Gunung Galunggung meletus pada 1982-1983. Kenyatanya, banjir tetap menerjang Sukaratu beberapa bula lalu.

Cek dam yang berada di area belakang Mapolsek Sukaratu tersebut masih berdiri. Namun, sebagian aliran Sungai Cibanjaran malah mengalir ke sampingnya.

Muslim mengatakan, jebolnya tanggul penampung limbah tambang pasir berdampak terhadap munculnya bencana. Cek dam tak mampu membendung luapan air yang masuk ke permukiman. ‎ Apalagi, tanggul buatan pengusaha tambang di bagian atas cek dam bukanlah tanggul permanen.

"Itu hanya tanggul tanah," kata Muslim saat ditemui di lokasi cek dam, perbatasan Desa Sinagar-Linggajaya, Senin 12 Agustus 2019.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X