Selasa, 18 Februari 2020

Cadangan Pangan Beras Kota Bogor Hanya Tujuh Ton per Tahun, Dianggap Cukup

- 12 Agustus 2019, 15:44 WIB
Ilustrasi/ANTARA FOTO

BOGOR, (PR).- Pemerintah Kota Bogor hanya menyediakan cadangan pangan beras sebanyak tujuh ton pertahun.  Dinas Ketahanan Pangan Kota Bogor menyebutkan, idealnya cadangan pangan beras di Kota Bogor mencapai 80 ton pertahun.

Angka 80 ton beras didasarkan pada  acuan perhitungan  Peraturan  Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 11/Permentan/KN.130/1/2018 tentang  penetapan jumlah beras">cadangan beras pemerintah daerah. Pada pasal 3 disebutkan, perhitungan jumlah beras">cadangan beras pemerintah kota/kabupaten didasarkan pada kriteria jumlah penduduk, konsumsi beras per kapita per tahun, dan proporsi terhadap beras">cadangan beras nasional.

“Idealnya memang harus punya 80 ton. Karena duitnya belum ada, ya, bertahap dulu,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bogor, Ghozali, di Balai Kota Bogor, Senin, 12 Agustus 2019.

Ghozali menuturkan, meskipun belum ideal, beras">cadangan beras Pemkot Bogor tidak selalu terserap setiap tahunnya. Beras tersebut dapat diserap apabila Wali kota Bogor menginstruksikan untuk mengintervensi keadaan luar biasa, seperti kerawanan pangan akibat bencana atau harga beras yang melonjak tinggi.

“Khusus tahun lalu terserap habis, karena memang ada kejadian bencana, terserapnya di akhir tahun. Mudah-mudahan tahun ini tidak habis, jadi tahun depan beli lagi,” katanya.

Menurut Ghozali, beras">cadangan beras Kota Bogor disimpan di gudang Bulog. Pemkot Bogor melakukan perjanjian kerja sama dengan Bulog sehingga Kota Bogor memiliki beras">cadangan beras sebanyak tujuh ton. Namun, jumlah beras">cadangan beras tersebut bisa saja menyusut karena saat diambil harganya disesuaikan dengan harga terkini.

“Jadi disesuaikan harganya. Jadi bisa saja saat harga beras tinggi, cadangan yang disimpan di Bulog menyusut,” ucapnya.

Cadangan tahun ini belum terserap

Terkait potensi kerawanan pangan di Kota Bogor, Ghozali menuturkan, masih ada wilayah di Kota Bogor yang terancam rawan pangan. Ia enggan menyebut secara spesifik, namun kawasan rawan pangan itu dikatakannya belum tahap kritis.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X