Sampah Memenuhi Aliran Sungai Ciranca II

- 12 Agustus 2019, 14:38 WIB
MAMAN mantan ketua RT di Jln. Imam Bonjol, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka tengah berdialog dengan warga yang ada di pinggir sungai Ciranca yang mengalir di samping trumahnya, Senin 12 Agustus 2019. Sampah memenuhi permukaan sungai Ciranca sepanjang lebih dari 1 km.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

MAJALENGKA,(PR).- Sejumlah warga di Jln Imam Bonjol, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka mengeluhkan tumpukan sampah yang hampir memenuhi aliran sungai Ciranca II, yang mengalir di wilayah tersebut.

Di sisi lain warga sekitar justru menyebutkan sebagian di antara mereka kerap membuang sampah ke sungai tersebut.

Sampah yang menumpuk di aliran sungai kecil ini cukup beragam, kebanyakan adalah sampah plastik bekas kantong plastik, stereofom bekas makanan, karung plastik hingga bantal dan sampah dedaunan. Bekas potongan rumput pun menumpuk di sana.

Jika dibersihkan, sampah sulit ditampung di bantaran karena, hampir sepanjang sungai bagian pinggirnya dibangun dinding tembok rumah penduduk. Di atas senderan sungai nyaris tak ada lahan kosong semua terdapat dinding bangunan rumah, bahkan beberapa warga membangun hingga memanfaatkan bagian atas sungai.

Atik warga setempat serta Maman mantan Ketua RT di Blok tersebut mengungkapkan, kondisi sampah sepanjang aliran sungai setiap tahun terjadi. Sampah baru mulai berkurang di saat musim penghujan karena sebagian terbawa aliran air.

“Sebetulnya petugas sampah tiap hari juga datang memungut, imbalannya membayar tiap bulan kepada petugas pemungut,” ungkap Atik.

Euis yang rumahnya tidak begitu jauh dari aliran sungai menyesalkan sikap warga yang selalu membuang sampah sembarangan. Namun demikian dirinya tidak bisa berbuat banyak karena khawatir tetangganya tersinggung akibat ucapannya.

“Duh kalau lingkungan seperti ini sebetulnya sangat tidak nyaman, kotor, bau dan tidak enak dipandang banyak orang. Inginnya sungai bersih seperti di tempat lain,” ungkap Euis.

Dulu saat dirinya masih kecil, menurut Euis, sungai tersebut airnya bisa dipergunakan untuk mencuci dan mandi. Sementara saat ini jangankan untuk mencuci dan mandi, air tidak bisa dipergunakan untuk menyiram sekalipun.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X