Selasa, 10 Desember 2019

Antisipasi Pencurian Ternak Kurban, Polisi Banjar Tingkatkan Patroli

- 9 Agustus 2019, 23:00 WIB
TIM gabungan Mabes Polri dipimpin Kombes Po. Asep Teddy didampingi Kapolres Kota Banjar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yulian Perdana melihat sapi kurban yang dititipkan di kompleks RPH Kota Banjar, Jumat, 9 Agustus 2019. Polisi meningkatkan patroli, mengantisipasi pencurian hewan kurban.*/NURHANDOKO/PR

BANJAR,(PR).- Jelang Iduladha 2019, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Banjar lebih mengintensifkan pengawasan hewan kurban. Langkah tersebut untuk mengantisipasi terjadinya pencurian ternak yang dijajakan pedagang hewan kurban maupun ternak milik masyarakat.

“Saya sudah memerintahkan seluruh jajaran Polsek agar lebih meningkatkan patroli, sekaligus juga berdialog dengan pedagang hewan kurban. Datangi lapak-lapak penjual hewan kurban. Menjelang Iduladha memang rawan terjadi pencurian hewan kurban, untuk itu perlu dilakukan tindakan antisipasi,” tutur Kapolres Kota Banjar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yulian Perdana, Jumat, 9 Agustus 2019.

Dia mengutarakan hal itu ketika mendamingi tim gabungan Mabes Polri yang dipimpian Kombes Pol. Asep Teddy. Tim antara lain meninjau tempat penampungan sapi atau hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Banjar yang terletak Lingkungan Banjarkolot. Dalam peninjauan, tim tersebut tidak hanya sekadar memeriksa kondisi hewan ternak akan tetapi juga memantau penjualan hewan ternak menjelang Iduladha. Beberapa ekor sapi diperiksa kesehatannya.

Lebih lanjut Yulian menambahkan Kota Banjar merupakan pintu masuk dan keluar ternak baik sapi, kambing, domba maupun unggas hewan di wilayah paling ujung timur Provinsi Jawa Barat bagian selatan. Tidak jauh dari wilayah perbatasan antara Jawa Barat dengan Provinsi Jawa Tengah terdapat pos pemantau hewan ternak.

Sementara itu Kombes Pol Asep Teddy mengutarakan bagwa pemantauan hewan ternak tersebut merupakan tindaklanjut dari nota kesepahaman atau MOU antara Polri dengan Kementerian Pertanian. Hal itu terkait dengan pengawasan peredaran hewan kurban menjelang Iduladha.

“Dengan pemantauan bersama tersbeut, dapat segera diketahui stok hewan kurban yang ada. Dengan demikian dapat segera mengambil langkah untuk mengantispasi , apabila di lapangan memang terjadi kelangkaan. Hingga saat ini masih aman,” tuturAsep Teddy.

Dia mengatakan tim gabungan yang juga melibatkan unsur dari Kementerian Pertanian dan instansi lainnya, sekaligus melakukan monitoring serta pengawasan untuk menangkal kenaikan harga, serta distribusi. Termasuk juga mengetahui kondisi kesehatan hewan kurban.

"Dengan monitoring ini, apabila terjadi kelangkaan, penyimpangan dalam distribusi serta penyembelihan hewan ternak, hal itu dapat segera diketahui. Harus diingat ada aturan menyangkut kondisi hewan kurban, seperti harus sehat,m sduah cukup umur dan lainnya,” ujarnya.***



Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X