Selasa, 28 Januari 2020

Pencemaran Rugikan Nelayan

- 9 Agustus 2019, 16:42 WIB
BANGKAI ikan di area pantai yang terkena tumpahan minyak.*/ DODO RIHANTO/PR

DEDE (32) menunjukkan bangkai ubur-ubur seberat sekitar lima kilogram yang terdampar di Pantai Muarabungin Desa Pantai Bakti Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi. Pria yang mengenakan sweater merah itu menyebut, ubur-ubur itu menjadi satu di antara biota laut lain yang ditemukan mati sejak dua pekan terakhir.

“Ya ini begini, ngedampar, mati. Di titik lain banyak lagi. Apalagi pas awal-awal, banyak yang mati,” kata dia saat ditemui “PR”, Kamis 8 Agustus 2019, atau 19 hari sejak kebocoran minyak Pertamina mencemari perairan Karawang hingga Bekasi.

Berdasarkan pantauan “PR”, meski nyaris sebulan berlalu, dampak kebocoran lingkungan itu masih terlihat. Selain ubur-ubur yang ditunjukkan Dede, ditemukan pula sejumlah ikan mati di bibir pantai Muarabungin. Lokasi ini menjadi satu dari dua desa di Muaragembong yang tercemar.

Bercak-bercak minyak mentah masih terlihat di beberapa titik. Mencemari air laut, pasir hingga menyangkut di perangkap ikan milik nelayan maupun di mesin baling-baling. Bercak itu tidak bisa dihindarkan kendati setiap dua kali sehari petugas Pertamina dibantu warga serta tentara dan polisi air membersihkan pantai.

Menurut salah seorang petugas, pembersihan dilakukan pada pagi dan sore hari di saat matahari tidak begitu terik. Soalnya, minyak kerap terserap, menyatu dengan pasir jika panas matahari tengah terik.

Pembersihan pun sulit dilakukan

Dari pantauan “PR”, hal tersebut benar terjadi. Saat matahari mencapai puncaknya, minyak mentah tersebut sudah menyatu dengan pasir. Alhasil di sepanjang bibir pantai, pasir pun berwarna lebih gelap karena tercampur minyak.

Sementara itu, Sardi (43), warga yang bertugas mengangkut sampah mengaku, sedikitnya 80 karung sampah diangkut di satu titik. Karung beras berukuran 25 kilogram itu berisi pasir yang tercemar minyak mentah. Sardi beserta satu rekannya bertugas khusus di Muarabungin. Di lokasi ini terdapat dua titik pengumpulan sampah. “Ada dua titik, ngangkutnya pagi sama sore. Dua kali sehari,” kata dia.

Sampah yang diangkut dari bibir pantai itu dibawa menggunakan kendaraan terbuka lalu untuk dikumpulkan di salah satu rumah warga. “Nanti ada yang ngambil pakai mobil gede sama Pertamina,” ucap dia.

Libur melaut

Sarian (40), mengaku baru kali kedua kembali melaut setelah lebih dari dua pekan memarkirkan perahunya di dermaga kecil, Kamis 8 Agustus 2019, tepat di depan rumahnya. Warga Kampung Muarabungin Desa Pantai Bakti terpaksa libur melaut karena jalurnya menangkap ikan tercemar tumpahan minyak.

Halaman:

Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X