Senin, 24 Februari 2020

Layanan BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Ini yang Harus Dilakukan

- 5 Agustus 2019, 17:59 WIB
WARGA mengurus kepersertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cikarang.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Di Kabupaten Bekasi, 102.396 orang dipastikan tidak dapat menikmati pelayanan kesehatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Soalnya, kepesertaan mereka dinonaktifkan setelah Pemerintah Pusat mencabut bantuan iuran bagi mereka.

Pencabutan itu didasarkan atas Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 79 Tahun 2019 tentang Penonaktifan dan Perubahan Data Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Tahun 2019 Tahap Keenam.

“Penonaktifan ini sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat melalui SK Mensos. Maka, sejak 1 Agustus, kepesertaannya dinonaktifkan,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kabupaten Bekasi Heni Riswanti, Senin 5 Agustus 2019.

Secara nasional, SK yang ditandatangani Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita itu membuat 5,2 juta peserta penerima bantuan iuran (PBI) menjadi tidak aktif.

Heni mengatakan, mereka yang kepesertaannya dinonaktifkan tersebut sebenarnya tengah memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan. Sebanyak 11-12 persen dari jumlah tersebut telah dan sedang menjalani pelayanan kesehatan. Namun sesuai keputusan Pemerintah Pusat, kepesertaan mereka terpaksa dihentikan.

“Bantuan iuran itu dimanfaatkan oleh penerimanya. Programnya sebenarnya termanfaatkan,” kata dia.

Apa yang harus dilakukan?

Bagi peserta yang mengalami penonaktifan, Heni menyarankan agar mendaftar sebagai peserta mandiri terlebih dulu agar tetap dapat menikmati pelayanan kesehatan. Pendaftaran dapat dilakukan di setiap kantor cabang.

“Tinggal datang ke kantor cabang, bawa kartunya kemudian e-KTP dan KK. Tidak perlu menunggu 14 hari karena langsung aktif hari itu juga. Kemudian, bagaimana setelah mendaftar mandiri ternyata masuk ke PBI APBD? Tidak menjadi masalah, dapat dimasukan ke PBI APBD pada bulan berikutnya,” ucap dia.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X