Minggu, 15 Desember 2019

Nelayan Bekasi yang Merugi Desak Pertamina Beri Kompensasi Kebocoran Minyak

- 5 Agustus 2019, 07:22 WIB
WARGA Desa Cemarajaya menggotong karung berisi pasir yang telah terkontaminasi minyak mentah. Pihak Pertamina membayar warga atas upayanya membersihkan pantai Rp 3.000,- per karung.*/DODO RIHANTO/PR

CIKARANG, (PR).- Sejumlah nelayan di Muaragembong, Kabupaten Bekasi mendesak PT Pertamina Hulu Energi segera menyalurkan dana kompensasi atas kerugian karena kebocoran minyak yang mencemari pesisir pantai hingga ke tambak mereka. Pencemaran itu mengakibatkan tangkapan ikan berkurang.

Nurali Enjo (40), nelayan asal Desa Pantai Sederhana mengatakan, sejak lingkungannya tercemar pada Minggu 21 Juli 2019, beberapa hari berikutnya, Pertamina sebenarnya langsung bertindak aktif membersihkan pantai yang tercemar. Namun, tidak ada tindak lanjut.

“Waktu itu mereka langsung membersihkan, oleh warga juga dibantu, setelah itu, sudah. Sudah bersih juga kami tetap susah mendapat ikan lagi,” ucap dia, Minggu 4 Agustus 2019.

Enjo mengatakan, biasanya sekali melaut dia bisa mendapatkan 6-7 kg ikan, udang, hingga ranjungan. Namun, setelah air laut tercemar, hasil melautnya menurun drastis. “Kalau sekarang, paling hanya 1 kg. Walau sudah dibersihkan, ikan banyak yang mati karena limbah,” ucap dia.

Hal senada disampaiakn Surin (51), petambak di Desa Pantai Bahagia. Surin megatakan, tambaknya terdampak kebocoran minyak. Dia hanya mengandalkan air dari pinggir laut untuk mengairi tambaknya. Sehingga, ketika air tersebut terkontamintasi minyak, benih udang terkena imbasnya.

“Bibit benih udang para petambak di Desa Pantai Bahagia banyak yang mati karena dampak limbah,” ucap dia.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi Nyumarno mencatat, pencemaran limbah dari kebocoran minyak tersebut telah mencemari sejumlah tambak di tiga desa di Kecamatan Muaragembong. Ketiga desa tersebut yakni Pantai Bahagia, Pantai Bakti, dan Pantai Sederhana.

“Saat saya mengunjungi langsung ke lokasi, memang sudah ada yang dibersihkan tapi bekasnya masih terlihat. Saat saya berbincang dengan warga, para nelayan, dan petambak, mereka (mengaku) belum sepenuhnya bisa kembali melaut,” ucap dia.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X