Rabu, 3 Juni 2020

Tingkat Permohonan Tinggi, Blanko e-KTP Sering Kosong

- 3 Agustus 2019, 07:19 WIB

GARUT, (PR).- Tingkat permohonan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kabupaten Garut selalu tinggi. Namun sayang hal ini tidak diimbangi dengan ketersediaan blanko yang seringkali mengalami kekurangan bahkan kosong.

Sekertaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut, Tedy Sutandy menyebutkan selama ini tingkat permohonan pembuatan e-KTP di Garut memang sangat tinggi. Setiap hariu selalu ada warga yang datang ke Knator Disdukcapil untuk memohon pembuatan e-KTP.

"Tiap hari kerja pasti ada warga yang datang untuk memohon pembuatan e-KTP, bahkan jumlahya selalu membludak. Namun mereka tak bisa terlayani dengan baik akibat keterbatasan blonko e-KTP," ujar Tedy, Jumat 2 Agustus 2019.

Seringnya terjadi kekurangan atau bahkan kekosongan stok blanko e-KTP menurut Tedy karena memang pasokan dari pusatnya yang terbatas. Hal ini seringkali membuat petugas Disdukcapil kewalahan dalam melayani permohonan masyarakat. 

Tedy menyampaikan, selama ini pendisitribusian blanko e-KTP dari pemerintah pusat memang selalu terbatas dan jauh lebih sedikit dibanding dengan tingkat permohonan yang sangat tinggi. Seperti yang baru-baru ini terjadi dimana pemerintah pusat hanya memberikan 500 lembar blanko E KTP untuk Garut padahal kebutuhannya beberapa kali lipat dari jumlah tersebut.  

"Ada 500 lembar blanko e-KTP yang kami terima dari pemerintah pusat belum lama ini. Jumlah tersebut tentu masih sanghat jauh dari tigkat kebutuhan sehingga meyebabkan terganggunya pelayanan," katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.  

Akhirnya tutur Tedy, untuk mengantisipasinya pemerintah mengeluarkan surat keterangan (Suket) yang diberikan kepada pemohon e-KTP. Suket ini sebagai bukti jika yang bersangkutan memang sudah mengurus permohonan pembuatan e-KTP akan tetapi belum bisa menerima e-KTP karena keterbatasan blanko.

"Kami pastikan jika legalitas Suket sebagai pengganti sementara E KTP dianggap syah dan layak untuk mengurus kelengkapan dokumen adminitrasi masyarakat. Suket juga bisa digunakan warga yang yang hedak mengganti e-KTP yang rusak, ganti status, rubah alamat, dan perubahan identitas diri lainnya.***

Editor: anef


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X