Sabtu, 22 Februari 2020

Gempa Banten, Warga Pangandaran Panik

- 3 Agustus 2019, 04:48 WIB
TAMPAK kendaraan warga lalu lalang mengungsi ke daerah dataran tinggi di Desa Purbahayu dan Desa Pagergunung Kec Pangandaran, Jumat, 2 Agustus 2019 malam.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Tidak sedikit warga khususnya yang tinggal tidak jauh dari pesisir pantai menjauh dan mengungsi ke daratan paling tinggi, seusai terjadi gempa di Banten. Getaran gempa yang terasa ke Pangandaran, membuat sejumlah warga panik, Jumat 2 Agustus 2019.

Seperti yang terpantau di jalan Bojongjati Desa Pananjung, banyak kendaraan roda maupun roda empat melintas menuju ke daerah dataran tinggi di Desa Purbahayu dan Pagergunung. Demikian dilaporkan wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnai.

Mereka memgaku panik setelah merasakan goncangan gempa bumi yang berpusat di Banten berkekuatan 7,4 SR pada hari Jumat, 2 Agustus 2019 pukul 19.03.21 WIB. Bahkan tim Ekspedisi Desa Tangguh Bencana tsunami BPBD Jawa Barat yang baru sampai di Bumi Perkemahan Pemugaran pantai barat Pangandaran setelah seharian mengikuti pembekalan di gedung Politeknik Kelautan Dan Perikanan di kawasan Pelabuhan Cikidang langsung menghindar dan memantau warga yang tengah mengungsi di mesjid Agung Al Istiqomah yang berada di jalan bunderan tugu ikan merlin Pangandaran.

Sementara berdasarkan pantauan di pantai timur Pangandaran, Komandan Koramil Pangandaran Mayor Inf. Ikeu Masrika mengabarkan bahwa kondisi laut di pantai timur dalam kondisi normal. 

Begitu juga yang disampaikan oleh petugas Balawista, Liano, setelah terjadinya gempa yang sempat membuat warga panik kondisi laut di pantai barat Pangandaran pun juga dalam kondisi normal. Hingga kini belum ada laporan kerusakan bangunan rumah.

Petugas hanya mengimbau agar masyarakat tidak panik namun tetap waspada. Belum ada laporan kerusakan bangunan rumah milik warga paska gemba berkekuatan 7,4 SR tersebut.***
 


Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X