Sabtu, 14 Desember 2019

Ini Bahayanya kalau Daging Kurban Dibungkus Kresek Warna Hitam

- 2 Agustus 2019, 06:44 WIB
FOTO ilustrasi daging kurban dibungkus dengan kresesk warna hitam.*/ANTARA

CIAMIS,(PR).- Imbauan soal larangan menggunakan tas keresek atau plastik warna hitam untuk pembungkus daging kurban perlu disosialisasikan secara masif. Daging mentah yang dibungkus dengan plastik  dikhawatirkan terkontaminasi dengan zat kimia yang dapat membahayakan kesehatan.

“Ganti tas palstik dengan besek atau daun, bisa juga besek yang diberi alas daun. Mirip ‘berkat’ setelah hajatan,” kata Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis Otong Bustomi,  usai mengikuti kegiatan  Bursa Inovasi Desa Zona 3 di Gedung Dakwah Cikoneng, Kamis 1 Agustus 2019.

Dia menjelaskan daging mentah yang dibungkus dalam kantong plastik hitam akan memicu terjadinya  reaksi, daging tercemar oleh zat kimia berbahaya untuk kesehatan. Terlebih kantong plastik atau tas keresek berwarna, misalnya hitam atau merah, umumnya dibuat dari hasil daur ulang.

Meski pun pembungkus tersebut sudah dicuci bersih, lanjutnya, hal tersebut tidak menghilangkan kandungan berbahaya yang terdapat dalam plastik tersbeut. Dengan demikian sudah waktunya digalakkan pemakaian pembungkus ramah lingkungan seperti besek atau daun.

“Penggantian wadah dagung kurban tersbeut juga dapat memacu semakin banyak masyarakat menanam pohon pisang. Kegiatan ini kan juga rutin setiap tahun, sehingga persiapan dapat dilakukan sejak awal. Pemakaian tas keresek , sebenarnya karena alasan praktis saja,” ujarnya.

Berkenaan dengan hewan kurban, Otong Bustomi mengatakan stok sapi, domba maupun kambing yang saat ini ada, sudah mencukupi kebutuhan di tatar galuh Ciamis. Umumnya sapi kurban yang banyak diminati warga tatar Galuh Ciamis bukan yang berukuran sangat besar seperti Limosin, Peranakan Ongole. Hal itu disebabkan karena harganya yang jauh lebih mahal dibandingkan sapi yang berukuran lebih kecil, seperti sapi rancah dan sejenisnya.

“Di Ciamis memang banyak tersedia sapi besar, akan tetapi  sapi untuk kurban tersebut lebih banyak dikirim ke luar kota. Memang ada juga yang dipotong di Ciamis, akan tetapi jumlahnya sedikit,” tambahnya.

Lebih lanjut dia memerkirakan permintaan sapi termasuk domba untuk kurban saat Iduladha 2019, mengalami peningkatan. Akan tetapi peningkatan tersbeut tidak signifikan. “Ada peningkatan tetapi jumlahnya tidak banyak,” kata Otong.

Dia mengungkapkan hingga saat ini petugas pemeriksa hewan ternak untuk kurban masih melakukan pemeriksaan. Tim masih menemukan sapi yang masih dibawah umur, selain itu juga betina produktif.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X