Rabu, 19 Februari 2020

Bupati Pangandaran: Rp 1 Juta untuk Pelapor Pelaku Pencemaran Sungai

- 1 Agustus 2019, 19:49 WIB
BUPATI Pangandaran H Jeje Wiradinata (tengah) sedang melepasliarkan 1.000 ekor bibit ikan emas ke dalam sungai Cijalu di Desa Harumandala, Kec Cigugur, Kamis, 1 Agustus 2019.*/AGUS KUSNADI/KP

PARIGI, (PR).- Bupati Kabupaten Pangandaran H. Jeje Wiradinata mengadakan sayembara, bagi siapa saja yang mampu menginformasikan pelaku pencemaran air sungai dengan menggunakan potassium (portas-Red), akan diberi hadiah sebesar satu juta rupiah. Hal tersebut dikatakannya usai melakukan penebaran benih ikan kancra (emas) di sungai Cijalu, Desa Harumandala, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Kamis, 1 Agustus 2019.

Jeje menjelaskan, sayembara yang dilakukan berdasar informasi yang disampaikan Menteri Perikanan Dan Kelautan  Susi Pujiastuti. 

Kata Jeje, Menteri Susi mengabarkan bahwa tengah terjadi tindak pencemaran air dengan menggunakan portas di sungai Cijalu oleh oknum masyarakat, untuk tujuan mencari ikan.

“Awalnya ibu Menteri menerima informasi dari seorang warga Harumandala, Kec. Langkaplancar bahwa di sungai Cijalu Cigugur tengah terjadi tindak pencemaran air sungai melalui penggunaan portas oleh penduduk yang mencari ikan," ungkapnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, kata Jeje, sang pelapor juga menginginkan agar Kementerian Perikanan dan Kelautan membuat aturan yang tegas, kepada pelaku pencemaran air.

Jeje menambahkan, sayembara yang dilakukan adalah dengan memotret pelaku pencemaran air sungai pada saat menjalankan aksinya. Kemudian, kata Jeje, foto tersebut serahkan kepada dirinya, untuk diproses lebih lanjut.

“Masyarakat yang melihat pelaku pencemaran dengan portas ketika sedang menjalankan aksinya foto saja. Jangan lupa pada foto tersebut bubuhkan keterangan waktu terjadinya peristiwa, lokasinya dimana, siapa pelakunya, kemudian serahkan kepada saya, nanti yang berhasil mengabadikan kejadian tersebut akan diberi hadiah Rp 1 juta,” ujar Jeje.

Jeje menjelaskan, portas termasuk ke dalam logam berat dan membahayakan bagi keberlangsungan kembang biak ikan di sungai. Selain itu, portas dalam ikan juga akan membahayakan manusia yang mengonsumsinya karena akan berdampak turun menurun.

“Karena portas itu termasuk ke dalam logam berat, maka penggunaan portas ketika mencari ikan, akan menjadikan ikan serta bibit dan benihnya menjadi punah. Selain itu, jika ikan yang diportas kemudian dimakan oleh salah satu keluarga, bahaya kesehatannya akan turun temurun kepada generasi berikutnya dalam keluarga itu,” ujar Jeje.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X