Rabu, 19 Februari 2020

Kasus DBD Melonjak, 16 Orang Meninggal Dunia

- 1 Agustus 2019, 18:29 WIB
Ilustrasi.*/CANVA

SUMBER, (PR).- Kasus penyakit Debab Berdadarah Dengue (DBD) selama musim kemarau di Kabupaten Cirebon melonjak. Sampai akhir Juli 2019 lalu, kasus DBD telah menembus angka 1.000 penderita, 16 orang diantaranya meninggal dunia.

Lonjakan kasus DBD berdasarkan catatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Kamis, 1 Agustus 2019, terlihat dalam dua bulan terakhir. Di bulan Juni, ada 846 penderita, lalu di bulan Juli baru lalu, melonjak sampai 1.035 penderita.

Saat tembus di angka 1.000 kasus lebih itu, sebanyak 16 penderita di antaranya meninggal dunia. Lonjakan jumlah penderita, merupakan isyarat bagi seluruh jajaran Dinkes untuk waspada dan lebih maksimal dalam melakukan penanganan.

“Musim kemarau yang panjang, menjadi salah satu penyebab melonjaknya jumlah angka penderita DBD. Dari 1.035 angka tersebut, ada yang sudah positif, ada yang masih gejala DBD,” tutur Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Hj Enny Suhaeni.

Selama kemarau berlangsung, dia menuturkan, terjadi cuaca ekstrim di wilayah pantai utara (pantura) Cirebon. Hal ini berdampak pada terjadinya ledakan populasi nyamuk aedes aegypti.

Ditambah masih rendahnya kesadaran masarakat dalam menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. Dua hal itu menjadi faktor signifikan dari lonjakan angka kasus DBD di daerahnya.

“Kalau dilihat dari petanya, berdasar kasus DBD yang terjadi, endemik ini hampir merata di semua wilayah di Cirebon. Makanya saya minta seluruh jajaran dinkes lebih maksimal melakukan pencegahan dan penanganan,” tutur Enny.

Peta endemik

Beberapa kecamatan yang masuk kategori rawan, di antaranya Plumbon, Sindanglaut, Susukanlebak, dan Losari. Plumbon yang terletak di wilayah barat Cirebon, tercatat tertinggi, mencapai 53 positif DBD, diikuti Sindanglaut 50, Losari 30, dan Sususkanlebak 28 kasus.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X