Kamis, 9 April 2020

Pekerja Migran asal Cirebon Sudah 30 Tahun Hilang Kontak

- 29 Juli 2019, 21:26 WIB
ILUSTRASI pekerja migran yang menjadi pembantu rumah tangga.*/DOK PR

Sejak sulit dihubungi, Ilyas sempat meminta pertolongan kepada sponsor dan PT USAJS yang memberangkatkan Carmi. Namun tidak pernah ada hasil, termasuk juga saat meminta pertolongan ke Kementerian Tenaga Kerja dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) di Jakarta.

Kehilangan jejak dan minta pertolongan Presiden

Sejak kontak terakhir di tahun 1995, keluarga terus berusaha mencari kejelasan nasib Carmi. Namun mereka kehilangan jejak, sejak sponsor yang memberangkatkan Carmi sudah meninggal dunia dan perusahaan pengerah tenaga kerjanya, PT USAJS, sudah bangkrut dan tutup.

“Sejak sponsor meninggal dunia dan perusahaan yang memberangkatkan Carmi tutup, kami kesulitan. Tapi tidak pernah menyerah, terus berusaha, tapi sampai sekarang tidak ada hasil,” tutur Warniah, ibunda Carmi yang mengaku selalu menangis bila ingat anaknya itu.

Sudah jatuh tertimpa tangga, Ilyas bahkan pernah beberapa kali menjadi korban penipuan dalam upaya mencari putri sulungnya itu. Ada beberapa oknum yang datang menawarkan jasa dan meminta uang dengan janji bisa menemukan dan memulangkan Carmi. Tetapi, orang itu pun kabur setelah memperoleh uang.

“Ada saja orang menipu. Sudah tahu kami lagi susah kehilangan anak, malah menipu. Tega sekali,” tutur Warniah yang mengaku trauma dan selalu meneteskan air mata jika ingat saat-saat terakhir melepas putri pertamanya terbang ke Arab Saudi.

Sofiyuddin (48 tahun), paman Carmi, selalu mendampingi saat kakaknya mencari Carmi. Kesembilan adiknya pun secara aktif berupaya mencari jejak kakaknya.

“Kita sudah ke mana-mana tapi belum ada kejelasan. Sekarang, kami minta kepada Pak Jokowi, Pak Gubernur, dan Pak Bupati, untuk memberi perhatian kepada masalah Carmi. Jika Pak Jokowi yang bicara, pasti semuanya serius berusaha,” tuturnya seraya menambahkan keluarga mengharapkan Carmi masih hidup.***

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X