Minggu, 5 April 2020

Pekerja Migran asal Cirebon Sudah 30 Tahun Hilang Kontak

- 29 Juli 2019, 21:26 WIB
ILUSTRASI pekerja migran yang menjadi pembantu rumah tangga.*/DOK PR

SUMBER, (PR).- Informasi hilangnya kontak dengan seorang pekerja migran atau tenaga kerja wanita (TKW) selama puluhan tahun di Arab Saudi kembali terungkap. Kali ini, pekerja asal Kabupaten Cirebon, Carmi, sudah lebih dari 30 tahun tidak jelas keberadaannya.

Carmin merupakan warga dari Blok Kalibangka, Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan. Putri bungsu dari pasangan Ilyas (78 tahun) dan Warniah (75 tahun) itu masih terus dicari oleh keluarganya sampai Senin, 29 Juli 2019. Ilyas menyatakan, seingat dia, keluarga berkontak terakhir kali pada tahun 1995.

“Kami sudah ke sana ke mari untuk mencari keberadaan Carmi, tapi tak pernah berhasil. Sampai sekarang, kami terus berharap, tapi tidak pernah ada titik terang keberadaan anak saya,” tutur lelaki itu sembari bersimbah air mata.

Carmi berangkat ke Arab Saudi  pada 2 September 1988, atas jasa seorang sponsor, hanya selang setahun setelah lulus sekolah dasar (SD). Kendati masih di bawah umur, Carmi masih bisa lolos terbang ke luar negeri untuk menjadi pembantu rumah tangga (PRT) melalui perusahaan pengerah tenaga kerja PT Umah Sejati Alwidah Jaya Sentosa (USAJS) yang berkantor di Jakarta.

"Saya masih ingat betul, anak saya berangkat itu setelah lulus SD. Belum punya KTP, pakainya surat keterangan yang ngurusnya ya sponsor. Dia masih sangat kecil saat itu," tutur Ilyas.

loading...

Ilyas ingat kalau dirinya sebenarnya keberatan saat anaknya direkrut menjadi TKW. Namun, karena kemiskinan yang dideritanya, juga berkat rayuan sponsor, dia merelakan putri pertamanya ke luar negeri dengan berat hati.

“Saat Carmi pergi, saya baru punya anak lima. Sekarang anak saya sepuluh termasuk Carmi. Adik-adiknya sebagian besar tidak pernah ketemu dengan kakaknya. Sekarang, adik-adiknya sudah pada menikah, bahkan sebagian besar sudah punya anak,” tuturnya.

Diceritakannya, pada tahun-tahun awal, ia masih bisa kontak dengan Carmi yang berdasar catatan keluarga lahir tanggal 4 Mei 1971. Carmi beberapa kali mengirimkan surat yang ditulis tangannya sendiri dan mengatakan kalau ia bekerja sebagai PRT di rumah majikan bernama Suud bin Hudaiban dan Habibah di Kota Riyadh.

“Terakhir kontak lewat telefon setelah tujuh tahun dia menjadi PRT, di tahun 1995. Sejak itu, sampai sekarang tidak pernah kontak dan tidak tahu lagi apakah masih di majikan yang sama atau sudah pindah, atau bagaimana nasibnya,” tutur Ilyas.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X