Minggu, 15 Desember 2019

Saat Prasasti Gegerhanjuang Kembali Ke Tatar Sukapura, Kabupaten Tasikmalaya

- 24 Juli 2019, 10:13 WIB
PRASASTI Gegerhanjuang saat kembali berada di Kabupaten Tasikmalaya. Prasasti yang juga dikenal dengan nama Rumatak ini menyimpan sejarah Tasikmalaya.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

DITEMUKAN peminat sejarah Belanda KF Holle di lereng Gunung Galunggung, punggung Bukit Gegerhanjuang pada 1887 dan lama tersimpan di Museum Nasional Indonesia, prasasti Gegerhanjuang akhirnya kembali ke Tatar Sukapura.

Prasasti yang dikenal dengan nama Rumatak atau Gegerhanjuang ini menyimpan sejarah Tasikmalaya. Di lokasi penemuannya yang berada di Desa Linggamulya, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, bahkan dibuatkan batu replika prasasati untuk mengenangnya.

Namun, replika tetaplah replika. Warga Kabupaten Tasikmalaya hanya disodori cerita dan batu tiruannya tanpa melihat langsung prasasti yang merupakan aset sejarah wilayahnya sendiri.

Hingga momentum peringatan 387 tahun ulang tahun Kabupaten Tasikmalaya, Prasasti Gegerhanjuang bisa dilihat langsung dala kegiatan Museum Keliling dari Museum Nasional Indonesia. Batu tulis berbentuk agak segitiga tersebut dibawa dari Jakarta guna diperlihatkan kepada masyarakat di Gedung Bupati Tasikmalaya, Singaparna.

Kepala Desa Linggamulya, Dadih, mengaku takjub bukan kepalang melihat prasati yang cuma didengarnya dalam cerita. Padahal, desa yang dipimpinnya kini merupakan lokasi penemuan prasasti.

"Walaupun saya ini dari Desa Linggamulya, Kecamatan Leuwisari, tidak terlalu tahu tentang sejarahnya," ucap Dadih di ruang pameran museum keliling Museum Nasional di  Kantor Bupati Tasikmalaya, Selasa, 23 Juli 2019. 

Ia begitu gembira ketika fragmen fisik sejarah wilayahnya bisa dinikmati dari jarak dekat. Apalagi, ia menyebut prasasti menjadi bukti keberadaan Kerajaan Galunggung tempo dulu.

Saking takjubnya, Dadih bahkan menemui langsung petugas Museum Nasional di area pameran. Ia berencana ingin menyinggahkan prasasti sejenak ke tempat asal penemuannya di Desa Linggamulya saat napak tilas hari jadi Kabupaten Tasikmalaya Agustus 2019.

"Ini supaya dilihat masyarakat, mengingat sejarahnya," ucap Dadih.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X