Kamis, 20 Februari 2020

Lima Kabupaten/Kota di Jawa Barat Berstatus Siaga Darurat Kekeringan

- 23 Juli 2019, 08:51 WIB
RATUSAN hektare sawah di Kabupaten Kuningan puso akibat kekeringan.*/NURYAMAN/PR

MAJALENGKA, (PR).- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengidentifikasi hingga Senin, 22 Juli 2019 terdapat sebanyak 55 kepala daerah yang telah menetapkan surat keputusan bupati/walikota tentang siaga darurat bencana kekeringan. Lima kabupaten/kota di antaranya berada di Jawa Barat.

Dalam keterangan yang diperoleh Pikiran Rakyat, lima kabupaten/kota yang telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan meliputi Kabupaten Indramayu, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Kuningan.

Selain Jawa Barat, provinsi yang kepala daerahnya menetapkan wilayah berstatus siaga darurat kekeringan adalah Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Plh. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menuturkan, sementara itu wilayah kabupaten/kota yang terdampak kekeringan teridentifikasi berjumlah 75 kabupaten/kota, termasuk dua kabupaten di Bali.

Jawa Barat

Di Jawa Barat, terdapat belasan kabupaten/kota, 77 kecamatan, dan 145 desa yang teridentifikasi terdampak kekeringan. Kabupaten/kota itu antara lain Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut.

Dijelaskan Agus, menghadapi darurat kekeringan, BNPB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah melakukan koordinasi untuk operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC).

Pertemuan koordinasi yang digelar Senin kemarin menyebutkan, operasi tersebut akan difokuskan pada penanganan kekeringan dan kegagalan panen di wilayah-wilayah teridentifikasi.

Saat ini potensi awan hujan kurang dari 70%, sehingga belum dapat dilakukan operasi TMC. Meskipun demikian, pesawat milik BPPT dalam posisi stand by jika ada wilayah yang berpotensi untuk dilakukannya TMC.

BMKG menyampaikan, potensi hujan pada tujuh hari ke depan masih cukup rendah untuk wilayah Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Di sisi lain, pertumbuhan awan dan potensi hujan masih terfokus di Sumatera bagian utara, Kalimantan Timur dan Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.***

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X