Senin, 16 Desember 2019

Keraton Kasepuhan Gelar Cirebon Historia Run

- 23 Juli 2019, 09:49 WIB
KERATON Cirebon/DOK. PR

CIREBON, (PR).- Operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka, masih belum berdampak kepada kunjungan wisatawan di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning).

Setidaknya di pusat wisata di Cirebon yakni istana tertua se-nusantara, Keraton Kasepuhan Cirebon. Di sana, masih belum terlihat adanya lonjakan angka kunjungan wisatawan. 

Menurut Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, melihat aktivitas penerbangan di BIJB yang mulai ramai, masih didominasi oleh urusan pekerjaan dan bisnis.

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, Keraton Kasepuhan menggelar event Cirebon Historia Run yang menargetkan 2.000 peserta dari seluruh Indonesia. Sultan Arief berharap event ini menjadi titik tolak semakin dikenalnya wilayah Ciayumajakuning sebagai tujuan wisata unggulan. 

"Dengan operasional BIJB, wisatawan akan semakin mudah dan cepat menjangkau wilayah Cirebon," katanya.

Event Cirebon Historia Run mengombinasikan olahraga lari yang rutenya menyusuri lokasi gedung-gedung bersejarah di Kota Cirebon. Menurutnya, event lari dengan wisata sejarah bukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan.

"Rencananya pada 31 Agustus 2019 mendatang, Kota Cirebon bakal menjadi tuan rumah bagi pencinta olahraga lari sekaligus pecinta wisata, dengan sasaran wisatawan  domestik dan mancanegara," katanya.

Rute yang akan dilewati dalam ajang ini dimulai dari Keraton Kasepuhan, Jalan Yos Sudarso, Pasuketan, Pecinan, masuk Keraton Kanoman Winaon, Pekiringan, Pekalipan, Pulasaren, masuk Keraton Kacirebonan serta finish kembali di Keraton Kasepuhan. Total jarak yang akan dilalui peserta adalah 4,5 kilometer.

“Jalan-jalan yang akan dilalui merupakan lokasi yang bersejarah, antara lain akan melewati tiga keraton, yaitu Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan, juga gedung-gedung bersejarah seperti Bank Indonesia, kantor pos, pelabuhan, wihara, kawasan Pecinan, dan masih banyak lagi,” kata Sultan Arief.


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X