Sabtu, 14 Desember 2019

Dua Puluh Tahun Hilang di Arab Saudi Turini Akhirnya Pulang ke Cirebon

- 22 Juli 2019, 22:22 WIB
null

SUMBER, (PR).- Sudah dua puluh tahun lebih dikabarkan hilang di Arab Saudi, Turini  (45 tahun), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Dawuan, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, akhirnya bisa pulang selamat sampai di kampung halamannya. Turini selamat berkat pertolongan dari temannya, seorang TKW asal Filipina, yang memberitahu keberadaannya lewat laman media sosial Facebook.

Setelah menempuh perjalanan dari Arab Saudi ke Indonesia, Turini sampai di Cirebon pada Senin pagi, 22 Juli 2019. Dia diberi kesempatan untuk bertemu dengan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Cirebon, H. Imron Rosyadi di ruang kerjanya di Kantor Bupati di Sumber.

Turini tampak sehat meski selama dua puluh tahun bekerja tanpa ada kejelasan di rumah majikannya di Arab Saudi. Berkat informasi dari temannya yang dari Filipina, keberadaan Turini akhirnya diketahui oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi.

Melalui upaya keras, akhirnya KBRI bisa menemukan Turini. Setelah ditemukan, KBRI di Riyadh segera mengurus berbagai macam dokumen untuk syarat kepulangan TKW tersebut, termasuk berkoordinasi dengan kepolisian dan pemerintah Arab Saudi.

Selain itu, KBRI juga membela hak-hak Turini dengan menuntut pembayaran gaji kepada majikannya selama dua puluh tahun bekerja. Pemulangan dan penuntutan hak Turini melalui jalan berliku, namun akhirnya TKW tersebut bisa pulang dengan selamat.

“Semua berkat kegigihan pihak KBRI untuk memulangkan saya, sekaligus hak-hak saya selama bekerja. Alhamdulillah, berkat KBRI, hak-hak saya bekerja juga sudah mulai dibayar,” tutur Turini usai bertemu dengan Plt Bupati Imron.

Turini menceritakan perjalanan kisahnya yang dua puluh tahun berada di Arab Saudi tanpa kabar dan sempat dinyatakan hilang. Dituturkan, sejak pertama terbang ke Arab Saudi tahun 1989, dia semula bekerja pada seorang majikan bernama Aun Nifaf al-Utaebi, tinggal di perkampungan kecil bernama Wedhakh, sekitar 387 kilometer dari Riyadh.

Namun tahun 2009, majikannya meninggal dunia. Setelah itu, Turini lalu pindah bekerja pada salah satu anak sang majikan, bernama Aun Nayaf Al-Utaebi di perkampungan yang sama. Selama bekerja, Turini kesulitan memperoleh akses untuk berkomunikasi dengan keluarganya di Indonesia. “Saya tinggal di kampung kecil di tengah gurun. Di situ saya tidak bisa berkomunikasi dengan siapapun. Saya juga sangat jarang bebas keluar rumah,” tutur Turini.

Sampai akhirnya Turini bertemu TKW asal Filipina. Dari situ, Turini diketahui keberadaannya, terutama setelah TKW Filipina menampilkan foto Turini di laman Facebook dan menunjukan alamat di kampung kecil Wedhakh.


Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X