Senin, 9 Desember 2019

Lurah Pastikan Warga Talun Tidak BAB Sembarangan Lagi

- 23 Juli 2019, 01:17 WIB
FOTO ilustrasi warga masih buang air besar (BAB) sembarangan di sungai.*/ANTARA

SUMEDANG,(PR).- Semua lingkungan di wilayah Kelurahan Talun Kecamatan Sumedang Utara, pada tahun 2019 ini dipastikan bakal terbebas dari kebiasaan buruk masyarakat, dalam hal buang air besar (BAB) sembarangan.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Lurah Talun, Endang S. "Pokonya akhir tahun 2019 ini, semua lingkungan di wilayah kami ditargetkan harus 100 persen ODF," kata Endang, terkait upaya pihak kelurahan dalam mensukseskan program Open Defication Free (ODF) di wilayahnya, Senin 22 Juli 2019.

Seperti diketahui, Talun ini merupakan salah satu wilayah kelurahan yang berada tidak jauh dari pusat kota. Namun faktanya, kesadaran masyarakat dalam hal ODF masih terbilang rendah. Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya, warga yang tidak memimilik septic tank atau "cubluk" pembuang kotoran sendiri.

Sesuai data yang ada, pada tahun 2017 lalu saja, tercatat ada sekitar 155 rumah yang kamar mandinya tidak dilengkapi septic tank, mereka setiap harinya selalu membuang kotoran secara langsung ke aliran Sungai Cipeles, melalui pipa yang disalurkan dari kloset di kamar mandinya. Kondisi ini, tentu membuat kumuh kawasan permukiman di lingkungan tersebut. Terlebih, aliran Sungai Cipeles itu sendiri letaknya berada persis di pusat kota.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, pihak kelurahan sejauh ini telah mencoba melakukan upaya pencegahan melalui Program Sanitasi Masyarakat. "Program Sanimas ini digagas sejak tahun 2017 lalu. Dan sejak adanya program ini, Alhamdulillah kebiasan buruk masyarakat itu secara perlahan bisa kita tanggulangi," kata Endang.

Bantuan anggaran

Selain dilakukan sosialisasi Sanimas, pada tahun 2017 dan 2018 itu pihak kelurahan juga telah melaksanakan Program Sanimas Islamic Development Bank (IsDB). Melalui Program yang melibatkan masyarakat secara langsung ini, pihaknya berhasil mendapat bantuan anggaran dari IsDB untuk pembangunan septic tank di dua lokasi, dengan kapasitas bisa menampung pembuangan kotoran dari 155 rumah, yakni untuk warga di Lingkungan Talun Kaler RW 01 sebanyak 95 KK, dan RW 04 Talun Kidul sebanyak 60 KK.

"Untuk 155 rumah itu, pada tahun 2018 juga sebenarnya sudah tuntas. Bahkan di atas septic tank tersebut, kini sudah dijadikan bangunan Balai RW," katanya.

Namun upaya tersebut ternyata masih saja belum tuntas, karena sampai sekarang rumah-rumah yang belum memiliki septic tank itu ternyata masih terus bertambah.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X