Rabu, 26 Februari 2020

Peredaran Narkotika Sudah Masuk ke Desa

- 22 Juli 2019, 16:54 WIB
null

CIANJUR, (PR).- Bahaya peredaran narkotika dinilai sudah memasuki wilayah pedesaan di Cianjur. Tatar santri yang juga merupakan salah satu daerah industri pariwisata, dianggap memiliki potensi tinggi perlintasan hingga peredaran narkotika.

Kepala Badan Narkotika Nasional Jawa Barat, Sufyan Syarif mengungkapkan, saat ini Cianjur dapat dikatakan menjadi salah satu wilayah yang menjadi sasaran sindikat narkotika. Selain karena daerah pariwisata, Cianjur juga merupakan kawasan urban dengan industri fisik di beberapa kawasan.

”Dengan realita seperti ini, bisa dikatakan bahaya narkotika itu bahkan sudah memasuki desa-desa yang ada di sini. Makanya, kita perlu memperkuat masyarakat sejak di tingkat desa agar tidak terjerat narkotika,” ujar dia di salah satu hotel, Panembong, Cianjur, Senin 22 Juli 2019.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sudah terjadi indikasi penyalahgunaan narkotika di 110 desa dari keseluruhan 360 desa di Cianjur. Oleh karena itu, bahaya narkotika sebenarnya sudah mengintai masyarakat di seluruh wilayah kabupaten.

BNNK Cianjur pada akhirnya harus terus mengambil langkah cepat untuk mengatasi potensi-potensi yang ada. Basuki mengaku, optimistis desa bisa memerangi narkotika. Apalagi desa memiliki ketahanan terhadap permasalahan yang muncul, antara lain kamtibmas, kriminal, pemahaman kebangsaan, dan narkotika.

”Kami akan bergerak untuk terus memperkuat juga upaya masyarakat, melalui desa bersih narkoba atau Desa Bersinar,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini pemerintahan dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten sudah mendorong upaya pencegahan melalui regulasi. Hal itu kemudian menjadi dasar untuk desa mulai bekerja sama melakukan perlawanan terhadap narkoba.

Tak hanya kawasan pedesaan, fokus seluruh pihak saat ini juga tengah berada pada wilayah pesisir pantai yang dianggap rawan narkotika. Menurut dia, wilayah pesisir pantai selatan diwaspadai menjadi titik masuknya narkotika. Ia menjelaskan, hal tersebut akhirnya memungkinkan para nelayan rawan menjadi pengguna narkotika.

Maka dari itu, BNNK Cianjur saat ini bersama Babinsa, Babinkamtibmas, dan Bintara pesisir dari angkatan laut berupaya melakukan pencegahan di kawasan pesisir. Diketahui angkatan laut telah membuat struktur bintara pesisir tersebut, untuk memperkuat upaya pencegahan peredaran narkotika di jalur laut.

Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X