Minggu, 15 Desember 2019

Berdalih Telah Sosialisasi, Rehabilitasi Irigasi Cikunten Tetap Berlanjut

- 20 Juli 2019, 05:03 WIB
PEDAGANG makanan melintasi saluran irigasi Cikunten II di Kampung Warung Lebak, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jumat, 19 Juli 2019.Pemerintah pusat tetap melanjutkan rehabilitasi Cikunten kendati menuai sorotan pembudidaya ikan dan petani.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

SINGAPARNA, (PR).- Meskipun menuai sorotan, pemerintah pusat tetap meneruskan proyek rehabilitas irigasi Cikunten yang bakal menutup pasokan pasokan air kepada petani. Alasannya, pemerintah pusat berdalih telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Pelaksanaan proyek perbaikan Cikunten telah mengemuka sepekan lalu. Rencananya, saluran irigasi tersebut akan dikeringkan selama 4 hari dan dibuka 2 hari dalam seminggu.

Kepanikan dan kekhwatiran pun merebak di kalangan pembudidaya ikan tawar dan petani Kabupaten Tasikmalaya. Bagaimana tidak, saluran irigasi itu menjadi sumber pasokan air bagi sejumlah kecamatan di Kabupaten/Kota Tasikmalaya seperti Leuwisari, Sariwangi, Singaparna, Sukarame, Padakembang, Mangkubumi. Proyek belum berjalan pun para pembudidaya ikan telah menjual ikannya sebelum masa panen karena ketakutan pasokan air mengering.

Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya pun mendatangi Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy di Kota Banjar, Jumat pekan lalu. Tujuannya, untuk menyampaikan aspirasi para petani yang khawatir proyek bakal berdampak sawah mereka tak teraliri irigasi. Namun, mereka tak bisa menemui pejabat BBWS Citanduy yang terkait pelaksanaan proyek.

"Pada kosong, yang ada hanya tata usaha," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya Roni A. Sahroni saat dihubungi Pikiran Rakyat, Jumat, 19 Juli 2019.

Tak patah arang, Dinas Pertanian menelfon salah satu kepala seksi yang berurusan dengan rehabilitasi Cikunten. Dari komunikasi tersebut, BBWS Citanduy tetap meneruskan rehabilitasi Cikunten meskipun menuai sorotan. Soalnya, BBWS mengaku telah menyosialisasikanya kepada warga.

"Tetapi masalahnya itu belum tersampaikan ke seluruh petani," ucap Roni.

Seharusnya, perwakilan petani atau aparatur pemerintah setempat yang ikut sosialisasi menyampaikan kembali ke petani.  Dinas Pertanian yang tugasnya berhubungan erat dengan para petani juga tak mendapat sosialisasi.

"Saya juga tahu itu (proyek Cikunten) dari petugas lapangan," ujarnya.


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X