Minggu, 15 Desember 2019

Kendaraan Sangat Banyak, Pajak Masuk ke Sumedang Masih Sedikit

- 19 Juli 2019, 20:01 WIB
FOTO ilustrasi pajak kendaraan.*/ADE BAYU INDRA/PR

SUMEDANG,(PR).- DPRD Kabupaten Sumedang, kini soroti masalah bagi hasil pajak kendaraan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang dinilai masih belum optimal.

Padahal jika dilihat dari populasi kendaraan, pemilik kendaraan di wilayah Kabupaten Sumedang ini jumlahnya sudah mencapai puluhan ribu unit lebih.

"Jumlah kendaraan milik warga Sumedang ini sebenarnya sangat banyak. Bisa mencapai puluhan ribu unit. Namun karena pelat nomor kendaraannya masih banyak yang di luar Sumedang atau bukan pelat Z-A, jadi bagi hasil pajaknya juga banyak yang tidak masuk ke PAD (Pendapatan Asli Daerah) Sumedang," kata Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumedang, Yogie Yaman Santosa, Jumat 19 Juli 2019.

Oleh karena itu, DPRD meminta pemerintah daerah supaya dapat lebih mengoptimalkan PAD dari bagi hasil pajak kendaraan tersebut. Sebab, bagaimanapun juga potensi PAD dari bagi hasil pajak kendaraan ini tentu sangatlah besar.

"Sekarang saja PAD dari situ sudah lumayan besar. Apalagi jika semua kendaraan milik warga Sumedang yang pelat nomornya masih luar Sumedang itu dimutasikan menjadi pelat nomor Sumedang," katanya.

Perlu diketahui juga oleh masyarakat, PAD yang bersumber dari bagi hasil pajak kendaraan itu nilainya sebesar 30 persen. Nilai bagi hasil sebanyak 30 persen ini, nantinya akan dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi ke kas daerah milik Pemkab Sumedang.

Dengan demikian, maka setiap warga yang membayar pajak kendaraan dengan plat nomor Sumedang, berarti dia sudah ikut berkontribusi terhadap PAD Sumedang.

Untuk itu, kata Yogie, pihaknya kini akan mencoba mendorong Pemkab agar dapat melakukan terobosan yang sekiranya bisa merangsang animo warga untuk memutasikan kendaraanya menjadi berpelat nomor Sumedang. 

"Ya misalkan, Pemkab Sumedang melakukan terobosan dengan cara menggratiskan biaya mutasi atau balik nama kendaraan bermotor," katanya kepada Kabar Priangan, Taufik Rochman.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X