Senin, 24 Februari 2020

Semula untuk Masak, Gas Melon di Cirebon Kini Digunakan untuk Pompa Irigasi

- 18 Juli 2019, 20:45 WIB
ILUSTRASI.*/DOK. PR

SUMBER, (PR).- Kemarau panjang dan kekeringan ternyata menjadi penyebab langsung terjadinya kelangkaan gas elpiji tiga kilogram atau ang dikenal dengan gas melon. Terjadi alih fungsi penggunaan gas melon oleh petani, dari semula untuk memasak, belakangan digunakan untuk menghidupkan mesin pompa air.

“Di lapangan kami mendapati banyak gas melon digunakan petani untuk menghidupkan pompa air karena areal persawahannya kekeringan,” tutur Unit Manager Communication Relation dan Coorporate Social Responsibility Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III, Dewi Sri Utami, Kamis, 18 Juli 2019.

Pertamina telah menelusuri penyebab kelangkaan gas melon di Wilaah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciaumajakuning) beberapa pekan ini. Ada penyebab misterius, sebab dari data yang ada, tidak ada pengurangan jumlah pasokan maupun distribusi dari pangkalan, agen hingga ke warung-warung.

“Alih fungsi ini mengganggu pasokan gas melon. Elpiji tiga kilogram yang harusnya untuk rumah tangga dan usaha mikro, dialihfungsikan untuk mengoperasikan pompa air. Tentu saja ini yang membuat pasokan menjadi tidak seimbang antara data dan kondisi lapangan," kata Dewi.
 

Alih fungsi terjadi terutama di sentra-sentra pertanian. Para petani yang areal sawahnya kekeringan, terpaksa mencari sumber air dengan pompa air ang mesinnya digerakan dengan menggunakan gas elpiji.

“Ini terjadi di banyak tempat di Ciayumajakuning. Satu unit pompa setiap hari bisa menghabiskan lima sampai tujuh tabung gas melon. Pantas saja, terjadi ketidakseimbangan penggunaan,” tutur dia.

Kelangkaan gas melon sebagai dampak dari kemarau panjang dan kekeringan ini baru pertama kali terjadi. Hal ini berkaitan dengan ditemukannya mesin penyedot air atau pompa air ang berbahan bakar dari gas elpiji.

Petani beralih ke gas melon untuk menghidupkan pompa karena dinilai lebih murah dibandingkan dengan bahan bakar minyak (BBM). Fenomena baru ini menjadi catatan sendiri bagi Pertamina maupun Hiswana Migas. “Ini menjadi catatan tersendiri. Ada fenomena baru di lapangan yang berhubungan dengan kuota, pasokan dan alokasi gas melon,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X