Kamis, 20 Februari 2020

Pemkab Karawang Berupaya Bangun Kembali SDN Cicinde Selatan 1 yang Terbakar

- 18 Juli 2019, 19:25 WIB
SUASANA SDN Cicinde Selatan 1, Kecamatan Banyusari, kabupaten Karawang saat dilalap api pada Rabu, 17 Juli 2019 siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun sebanyak tiga ruangan sekolah ludes terbakar.*/DODO RIHANTO/PR

KARAWANG, (PR).- Pemerintah Kabupaten Karawang tengah berupaya keras membangun kembali tiga lokal bangunan SDN Cicinde Selatan 1 yang terbakar, Rabu, 17 Juli 2019. Hal itu dilakukan agar siswa sekolah tersebut bisa segera melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara normal.

"Kami sudah berkordinasi dengan Dinas PUPR agar bangunan SD yang terbakar bisa disegerakan pembangunannya," ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Dadan Sugardan, di sela-sela acara peresmian program "Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan untuk Raih Prestasi (Inspirasi) di Hotel Resinda, Karawang Barat, Kamis, 18 Juli 2019.

Menurut Dadan, untuk pembangunan kembali bangunan itu, diperlukan dana sedikitnya Rp 600 juta. Sebab, selain bangunan yang terbakar, bangku dan meja belajar juga ikut gosong jadi arang. "Pondasi dan dinding sekolah masih bisa digunakan. Hanya atap dan mebeler yang harus diganti total," kata Dadan.

Dijelaskan juga, selain fisik bangunan yang dilalap si jago merah, sejumlah dokumen sekolah, seperti ijazah dan buku laporan pendidikan ada yang hangus. "Kami masih terus melakukan pendataan, apa saja yang terbakar dan harus diganti," katanya.

Menumpang di madrasah

Mesih menurut Dadan, untuk sementara waktu kegiatan belajar mengajar kelas 5A dan 5B dialihkan ke bangunan madrasah tetdekat. Kebetulan, madrasah itu hanya dipakain pada siang hingga petang, sehingga pagi hari bisa dipinjam ruangannya. "Kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan. Kami terus memonitor KBM di SDN Cicinde Selatan 1," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga lokal bangunan SDN Cicinde Selatan 1, Kecamatan Banyusari, ludes dilalap si jago merah, Rabu pukul 13.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Kepolisian Sektor Jatisari, Komisaris Wahyudin menyebutkan, api pertama kali muncul dari ruang guru. Hanya dalam sekejap api menjalar ke dua ruang lainnya yakni ruang kelas 5A dan 5B. "Menurut seorang saksi, kabakaran berasal dari api yang menjalar dari ruang guru," kata Wahyudin.

Menurutnya, api menjalar dengan cepat karena angin berhembus kencang ditambah cuaca sedang panas terik. Akibatnya, api tidak  bisa dikendalikan hingga membakar tiga riang bangunan SD tersebut.***


Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X