Minggu, 15 Desember 2019

Majalengka Kekurangan 3.900 Guru, Kembali Buka Lowongan CPNS

- 17 Juli 2019, 21:03 WIB
ILUSTRASI lowongan CPNS.*/DOK. KABAR BANTEN

MAJALENGKA,(PR).- Pemerintah Kabupaten Majalengka masih kekurangan Aparatur Sipil Negara (ASN) kurang lebih 7.000 orang. Tenaga yang dibutuhkan kebanyakan untuk bidang kesehatan dan guru yang terus berkurang akibat menjalani masa pensiun. Saat ini jumlah pegawai yang ada sebanyak 11.000 orang.

Menurut keterangan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Toto Sumianto disertai stafnya Dadang Sandi Bahrudin, jumlah kekurangan tersebut berdasarkan hasil analisa jabatan (Anjab) yang dilakukan pada tahun 2018 lalu.

Kekurangan tenaga guru SD dan SMP berdasarkan usulan dari Dinas Pendidikan mencapai 3.900 orang guru. Kekurangan guru ini kebanyakan untuk tingkat Sekolah Dasar  yang terus berkurang  setiap tahunnya.

Sedangkan Dinas Kesehatan kebutuhan terbanyak adalah tenaga perawat dan tenaga struktural jumlahnya mencapai 900 orang.

“Dari hasil Anjab kebutuhan pegawai ini mencapai 18.000 orang sedangkan yang ada sekarang sebanyak 11.000 orang. Kami berupaya mengusulkan untuk penerimaan CPNS di tahun 2020 sebanyak 450 orang.” ungkap Dadang Sandi Bahrudin

Jumlah kekurangan ini belum mengacu kepada kemungkinan dilakukannya perubahan SOTK (Stuktur Organisasi dan Tata Kerja) baru, namun berdasarkan SOTK lama yang berlaku saat ini. Sementara SOTK baru kini tengah dibahas yang dimungkinkan akan terjadi perubahan kebutuhan tenaga pegawai.

Sementara itu Staf Ahli Bidang SDM Enas Nasrudin membenarkan akan dilakukannya perubahan SOTK dan saat ini tengah dibahas oleh tim Bagian Organisasi dan Asda I. Perubahan SOTK ini menurutnya tidak akan merubah terlalu banyak kebutuhan pegawai karena jumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah) diprediksi masih sama seperti yang ada sekarang. Kalaupun ada  OPD baru, ada juga peleburan OPD yang saat ini ada yakni Dinas Koperasi.

“Hasil kajian sementara kemarin ada penambahan jabatan saja untuk eselon III a sebanyak 1 orang, eselon III b sebanyak 4 orang, eselon IV a sebanyak 14 orang. Jadi perubahan SOTK ini tidak signifikan terhadap perubahan kebutuhan pegawai,” ungkap Nasrudin.

Hasil kajian sementara perubahan SOTK baru tersebut diantaranya Badan Keuangan dan Aset Daerah akan dibagi menjadi dua yakni Badan keuangan dan Aset Daerah serta Badan Pendapatan Daerah yang saat ini pendapatan masih ditangani oleh bidang.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X